KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

PTM 50 Persen di Kabupaten Semarang Mulai Diterapkan Hari Ini

PTM 50 Persen di Kabupaten Semarang Mulai Diterapkan Hari Ini

PTM 50 Persen di Kabupaten Semarang Mulai Diterapkan Hari Ini

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 50 persen mulai hari ini, Rabu (9/2/2022). Hal itu menyusul adanya temuan indikasi kasus positif Covid-19 di beberapa sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan sesuai instruksi Bupati Semarang, PTM tidak lagi 100 persen sebagaimana sebelumnya.

“Memang ada temuan kasus positif Covid-19 di SMPN 1 Bandungan dan SDN 1 Ungaran, untuk itu kami berikan surat edaran sesuai instruksi Bupati Semarang agar PTM dibatasi 50 persen dan sisanya pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP,” ungkapnya saat mengecek pelaksanaan PTM 50 persen di SMP Negeri 2 Ambarawa, Rabu (9/2/2022).

Diterangkan Katon, temuan kasus positif di dua sekolah tersebut bukan merupakan transmisi di lingkungan sekolah, melainkan dari klaster keluarga.

“Di SMPN 1 Bandungan yang positif (Covid-19) ada 1 siswa, sedangkan 5 yang lainnya masih menunggu hasil laboratorium, sementara di SDN 1 Ungaran juga 1 murid yang positif berasal dari klaster keluarga,” jelasnya.

Masih menurut Katon, bagi sekolah yang ditemukan indikasi Covid-19 dilakukan penutupan PTM sementara selama satu minggu. Bagi peserta didik, guru dan tenaga pendidik yang kontak erat juga dilakukan tracing dengan uji swab antigen.

“Hasilnya semuanya negatif, sehingga bukan merupakan klaster sekolah. Mudah-mudahan indikasinya hanya ada di dua sekolah tersebut,” harapnya.

Berkaitan dengan pelaksanaan PTM 50 persen tersebut Katon menambahkan akan dilakukan evaluasi setelah berjalan satu minggu.

“Jika hasilnya bagus, tidak ada temuan kasus maka bisa kembali melaksanakan PTM 100 persen,” imbuhnya.

Menyikapi surat edaran pelaksanaan PTM 50 persen itu, Kepala SMPN 2 Ambarawa Heri Muryanto mengatakan pihaknya menerapkan blended learning yaitu gabungan PTM dan PJJ.

“Bukan berarti yang tidak masuk sekolah terus bebas, melainkan tetap kami layani dengan PJJ menggunakan fasilitas sekolah yang ada,” ujarnya.

Heri mengakui adanya PTM 50 persen membuat pihaknya harus mengubah strategi pembelajaran terlebih sebentar lagi para peserta didik akan menempuh ujian.

“Sebenarnya kami sudah siapkan strategi menghadapi ujian jika PTM 100 persen, akan tetapi dengan kebijakan ini maka kita sesuaikan. Mungkin nanti tambahan pelajaran juga 50 persen pesertanya dan try out daring,” urainya.

Ditambahkan Heri, tidak ada yang berbeda dengan penerapan prokes di lingkungan sekolah, hanya saja semakin diperketat.

“Sesuai surat edaran Kemendikbudristek, harus diawali dengan daftar periksa terbatas seperti cuci tangan, cek suhu dan scan barcode PeduliLindungi. Selain itu kantin juga tutup sehingga siswa wajib bawa bekal dari rumah,” tuturnya.

Berkaitan dengan vaksinasi, Heri menambahkan hampir seluruh siswa sudah mendapatkan dua dosis vaksin.

“Guru dan tenaga pendidik sudah mendapatkan dua dosis vaksin. Sementara dari 706 siswa hanya ada 8 siswa yang belum vaksinasi karena faktor usia. Akan kita ikutkan nanti bersama vaksinasi pelajar SD,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis