URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebagai salah satu danau alami yang banyak dimanfaatkan oleh warga di Kabupaten Semarang, danau Rawapening ternyata memiliki kualitas air yang tergolong rendah. Hal itu sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh PT Jasa Tirta I, salah satu BUMN yang bertugas memonitor kualitas air danau Rawapening secara periodik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rawapening Terancam Jadi Danau ‘Mati’

Rawapening Terancam Jadi Danau ‘Mati’

Rawapening Terancam Jadi Danau ‘Mati’

Danau Rawapening sebagai salah satu danau alami di Kabupaten Semarang yang banyak dimanfaatkan oleh warga. (Foto/win)
featured-img

UNGARAN – Sebagai salah satu danau alami yang banyak dimanfaatkan oleh warga di Kabupaten Semarang, danau Rawapening ternyata memiliki kualitas air yang tergolong rendah. Hal itu sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh PT Jasa Tirta I, salah satu BUMN yang bertugas memonitor kualitas air danau Rawapening secara periodik.

Direktur Utama PT Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan menyampaikan salah satu penyebab rendahnya kualitas air danau Rawapening adalah banyaknya limbah domestik yang masuk ke danau alami tersebut.

“Limbah domestik bisa berasal dari kegiatan rumah tangga dan intensifikasi perekonomian yang masif di sekitar danau Rawapening,” ujarnya di hadapan media di Ungaran belum lama ini.

Limbah domestik yang dimaksud banyak dihasilkan dari limbah rumah tangga, industri, area wisata, limbah dari resort bahkan juga dari pemakaian pupuk nonorganik yang cukup berlebihan dan sebagainya. Menurutnya, selama ini pihaknya cukup intens memantau kualitas air di 14 titik danau Rawapening secara periodik. Dari kegiatan itu dapat disimpulkan bahwa kualitas air danau ini tergolong rendah.

“Kalau mau membenahi kualitas air danau Rawapening, limbah domestik yang masuk melalui sejumlah sungai yang bermuara ke danau ini harus dikendalikan secara konsisten. Masyarakat di sekeliling danau bisa diedukasi agar mengolah limbah domestik yang dihasilkan dengan baik,” ungkapnya.

Jika pencemaran ini terus berlanjut, lanjut Raymond, yang dikhawatirkan cepat atau lambat danau Rawapening akan mengalami eutrofikasi atau keadaan air danau alam tersebut banyak mengandung zat hara seperti nitrogen fosfat, dan berbagai sisa deterjen.

“Artinya, ekosistem di dalamnya akan terganggu, banyak ikan yang mati. Paling parah, bisa jadi danau ‘mati’. Maka perlu kearifan secara bersama-sama demi keberlangsungan dan pemanfaatan air danau,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved