URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ribuan buruh yang bekerja di PT Nesia Pan Pacific Knit di Tengaran Kabupaten Semarang, menggelar aksi unjuk rasa Jumat (11/2/2022) pagi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Buruh PT Nesia Pan Pacific Demo, Menuntut Kesejahteraan Dan Meminta 2 Manager Turun Jabatan

Ribuan Buruh PT Nesia Pan Pacific Demo, Menuntut Kesejahteraan Dan Meminta 2 Manager Turun Jabatan

Ribuan Buruh PT Nesia Pan Pacific Demo, Menuntut Kesejahteraan Dan Meminta 2 Manager Turun Jabatan

featured-img

Ribuan buruh yang bekerja di PT Nesia Pan Pacific Knit di Tengaran Kabupaten Semarang, menggelar aksi unjuk rasa Jumat (11/2/2022) pagi.

Dalam aksi demo yang di mulai dari pukul 06.30 WIB tersebut mereka menuntut kesejahteraan.

Pantauan wartawan Kurang lebih ada 3500 buruh yang ikut demo ini.

Saat demonstran melakukan aksi ini mereka menyoraki Mr. Lee dan Mr. Park untuk turun dari jabatannya.

Demonstran juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membawa tulisan orasi.

Menurut Ida salah satu Karyawan mengatakan para demonstran menuntut kesejahteraan mereka karena saat adanya Manager baru di PT. Nesia Pan Pacific memberlakukan aturan baru yang memberatkan para buruh.

“berlakunya aturan baru, kami para buruh malah merasa diberatkan,” kata Ida.

Ida menambahkan buruh yang sebagian besar wanita itu protes tidak diperbolehkan ijin hari Senin dan Jumat dengan alasan apapun.

Suasana aksi demo

Hingga berita ini diturunkan Perwakilan karyawan sedang mediasi dengan Manager PT.Nesia Pan Pacific Knit Mr. Lee dan Mr. Park

Demo berjalan aman karena mendapatkan pengamanan dari Aparat kepolisian.

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon