[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Ringankan Beban Sesama, Pakarsa Sarirejo 9, Berikan Sembako ke Warga

Ringankan Beban Sesama, Pakarsa Sarirejo 9, Berikan Sembako ke Warga

Ringankan Beban Sesama, Pakarsa Sarirejo 9, Berikan Sembako ke Warga

Paguyuban Wisata Karaoke Sarirejo RW 09 Kota Salatiga (Pakarsa Sarirejo 9) berbagi sembako kepada warga, lansia, dan anak yatim piatu di bulan Ramadan. Ketua paguyuban, Martono, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin dan semakin intens di bulan Ramadan.
Foto Arief Rasika
Paguyuban karaoke saat memberikan paket sembako kepada warga sekitar

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Ada kegiatan positif yang dilakukan oleh anggota Paguyuban Wisata karaoke Sarirejo RW 09 Kota Salatiga (Pakarsa Sarirejo 9). Dimana meskipun jam operasional selama bulan Ramadan dibatasi, mereka masih bisa berbagi.
Bahkan pada bulan Ramadan ini, mereka ikut meringankan beban warga sekitar, salah satunya dengan cara berbagi sembako. Jumat (14.4.2023) sore.

Pengurus Paguyuban memberikan bantuan sembako dan juga santunan, bagi warga, lansia, dan juga anak yatim piatu.

Kepada Rasika FM, Ketua paguyuban Martono menjelaskan, kegiatan ini sebenarnya sudah dilaksanakan secara rutin. Namun dibulan Ramadan ini semakin intens .

“Semua ikut guyub. Tidak hanya pengurus paguyuban dan anggota, LC juga ikut memeriahkan kegiatan di bulan Ramadan. Seperti pengajian dan juga berbagi takjil,” jelas Martono yang didampingi David Sekertaris.

Disatu sisi, saat ini jumlah rumah karaoke yang beroperasi di Sarirejo sebanyak 48 dari total 57 karaoke. David menambahkan, paguyuban sudah mensosialisasikan aturan dari pemerintah. Khususnya di bulan Ramadan.

“Jika ada anggota yang melanggar, tentu akan kita beri tindakan atau sanksi yang berlaku,” jelas David mini one sekertaris paguyuban.

Martono ketua Pakarsa Sarirejo 9 saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px