[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Sabtu Ceria, Warga Binaan dapat Bonus Dikunjungi Anaknya

Sabtu Ceria, Warga Binaan dapat Bonus Dikunjungi Anaknya

Sabtu Ceria, Warga Binaan dapat Bonus Dikunjungi Anaknya

Salah seorang anak saat kunjungi orang tuanya di Rutan Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Program ‘September Ceria’, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga mengadakan kunjungan khusus anak.

Momen kunjungan ini menjadi waktu yang ditunggu oleh seluruh warga binaan, dapat berakhir pekan bersama keluarga khususnya bercengkerama bersama anak mereka.

Kepala Rutan Salatiga Redy Agian mengatakan selama satu jam diakhir pekan ini, Rutan Salatiga memberikan waktu kunjungan khusus ini sebagai hadiah karena warga binaan telah berkelakuan baik dan tidak melanggar aturan sekaligus rekreasi mereka bersendagurau bersama keluarga keluarga tercinta.

“Kami berikan waktu selama satu jam kepada warga binaan waktu sebagai wujud hadiah karena mereka telah berkelakuan baik dan tidak melanggar aturan sekaligus wadah rekreasi mereka bersendagurau bersama keluarga keluarga tercinta,” ujar Redy. Sabtu (14/09/24).

Redy mengungkapkan seperti yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto untuk terus memberikan pelayanan terbaik sesuai aturan dan jangan berhenti melakukan hal baik, pasti akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, termasuk dalam program hari ini.

“Kami berusaha semaksimal untuk memberikan pelayanan terbaik dan sesuai aturan seperti yang disampaikan Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah dan jangan berhenti melakukan hal baik, pasti akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, seperti program diakhir pekan yang kami laksanakan hari ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kasubsi Pelayanan Tahanan Ruwiyanto menambahkan selama kunjungan tetap dilaksanakan sesuai aturan mulai dari pendaftaran dibuktikan dengan identitas diri dan keluarga, proses penggeledahan barang bawaan, badan hingga selesai pelaksanaan kunjungan.

“Dalam pelaksanaan program ini, kami tetap melaksanakan sesuai dengan aturan dan SOP, mulai dari pendaftaran dibuktikan dengan identitas diri dan keluarga, proses penggeledahan barang bawaan, badan hingga selesai pelaksanaan kunjungan sehingga Rutan tetap dalam keadaan aman dan kondusif,” jelasnya.

Salah satu WBP, Ivan yang dikunjungi anaknya, mengaku senang dan terharu dengan program ini.

“Saya sangat senang dan terharu, bahagia sekali dengan program ini dapat bertemu dan bercanda tawa dengan anak diakhir pekan,” ucapnya.

Ivan melanjutkan dirinya juga sangat menyesal dengan kesalahan yang telah dilakukan.

“Saya sangat menyesal dengan kesalahan sehingga saya masuk Rutan. Semoga dengan program ini sekaligus menjadi momen untuk saya berubah menjadi lebih baik dan menjadi kepala keluarga yang baik,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px