KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Satreskrim Polrestabes Semarang Ungkap Aksi Penipuan, Lima Tersangka Diamankan

Satreskrim Polrestabes Semarang Ungkap Aksi Penipuan, Lima Tersangka Diamankan

Satreskrim Polrestabes Semarang Ungkap Aksi Penipuan, Lima Tersangka Diamankan

Satreskrim Polrestabes Semarang mengungkap aksi penipuan yang berhasil dipecahkan dengan mengamankan lima tersangka. Kasus ini terungkap setelah Wagimin, seorang pria pendatang di Semarang, melaporkan kehilangan harta akibat investasi palsu. Polisi berhasil menetapkan lima tersangka, termasuk Adi Santoso yang berpura-pura sebagai kepala dinas pertanian.
Foto: Dok./IST
Rilis kasus komplotan penipuan kuras harta pendatang Semarang capai ratusan juta di Mapolrestabes Semarang, Jumat (1/12/2023).

Semarang – Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil membongkar aksi komplotan penipu yang merugikan seorang penduduk Semarang, Wagimin, asal Kabupaten Rembang. Kepolisian berhasil menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka yang diamankan antara lain Adi Santoso, seorang warga Cianjur yang berpura-pura sebagai kepala dinas pertanian di Jogjakarta. Adi berhasil meyakinkan korban untuk menginvestasikan dana senilai Rp. 178 juta dalam bisnis peternakan sapi.

Tersangka lainnya, Muh Fadel, warga Pare-Pare, berperan sebagai warga negara Brunei Darussalam yang berkomunikasi antara Rosyid dan korban. Fadel muncul seolah-olah tidak mengenal Adi, menambah kelengkapan tipu daya yang dirancang dengan cermat.

Peran Tersangka dan Pembagian Hasil

Selain Adi dan Fadel, tersangka lainnya adalah Ibrahim (45) dari Kalimantan Utara dan Dani Ramdani (39) warga Cianjur. Keduanya bertugas mengawasi aksi rekan-rekan mereka, memastikan tidak ada yang mengganggu korban. Sementara Abdul Rosyid, warga DKI Jakarta, bertindak sebagai sopir untuk mobilitas para pelaku.

Tersangka Adi menjelaskan bahwa aksi ini dimulai ketika mereka melintas di depan sebuah hotel di Kawasan Simpang Lima. Melihat korban sedang merokok di depan hotel, mereka melihat kesempatan untuk memperdaya korban. Setelah berkomunikasi, korban yang setuju untuk berinvestasi diajak oleh Fadel untuk melakukan transaksi.

Setelah berhasil meyakinkan korban, Adi dipercaya untuk mengambil uang dari kartu debit korban. Bahkan, korban memberikan nomor PIN ATM-nya. Tindakan ini membuat korban menjadi korban utama dari aksi penipuan ini.

Saat Adi dan Fadel berhasil melarikan diri, dilakukan pembagian hasil antar komplotan. Adi dan Fadel menerima masing-masing 40 juta, sopir mendapatkan 10 juta, dan sisanya delapan juta.

Penangkapan dan Ancaman Hukuman

Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan peristiwa penipuan pada Kamis (23/11/2023). Pelaku berhasil ditangkap tak lama setelah pelaporan, dan saat ini mereka dan barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan, menyampaikan bahwa para pelaku dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dan mencurigai adanya pelaku atau komplotan lain yang melakukan aksi dengan modus serupa.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]