KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sebulan Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di pasar Blauran Salatiga Masih Tinggi

Sebulan Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di pasar Blauran Salatiga Masih Tinggi

Sebulan Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di pasar Blauran Salatiga Masih Tinggi

Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Blauran Salatiga Masih Tinggi Pasca Lebaran - Harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Blauran, Kota Salatiga, masih tetap tinggi, bahkan setelah satu bulan pasca Lebaran, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan saat bulan puasa sebelumnya.
Foto dok IST
Suyanti Ningsih, Pedagang Sembako di Pasar Blauran,saat melayani pembeli.

[@]Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Blauran, Kota Salatiga, Jawa Tengah masih terpantau tinggi, bahkan sebulan pasca lebaran harganya tidak jauh beda dengan saat puasa kemarin.

Pantauan Rasika FM, dalam beberapa hari terakhir. Di antara harga kebutuhan pokok yang naik itu, seperti bawang merah, bawang putih, dan telur.

Pedagang Sembako di Pasar Blauran, Suyanti Ningsih, mengatakan harga sembako masih tergolong tinggi sejak Lebaran kemarin. Harga sembako naik dari Rp1.000 hingga Rp2.000.
“Sejak Lebaran sampai saat ini harga belum ada yang turun, masih sama semua,” kata Suyanti, rabu (24/5/2023).

Harga bawang merah kini mencapai Rp45.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, dan telur Rp31.000 per kilogram.

“Kalau harga telur fluktuasi, tetapi sejak tiga hari lalu harga telur mengalami kenaikan. Sebelumnya hanya Rp28.000 per kilogram,” ungkapnya.

Menurutnya harga gula Jawa dan gula pasir juga mengalami kenaikan harga meskipun hanya sedikit. Sedangkan harga minyak masih stabil diangka Rp15.000 per liter.

“Harga gula Jawa sekarang Rp20.000, sebelumnya Rp18.000. Harga gula pasir sekarang Rp14.000 per kilogram, sebelumnya Rp13.500 per kilogram,” ujarnya.

Suyanti mengaku untuk saat ini stok sembako cukup susah didapat. Dirinya juga mengalami penurunan penjualan akibat naiknya harga sembako.

“Saat ini stoknya agak susah. Lantaran harga naik penjualan juga menurun,” katanya.

Para pembeli bahan kebutuhan pokok juga mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut. Para pembeli harus menambah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Seperti yang dialami salah seorang pembeli Nining. Sejak harga kebutuhan pokok naik, dirinya tidak mengurangi jumlah pembelian bahan kebutuhan pokok. Namun keuntungannya sebagai penjual katering berkurang.

“Saya tidak mengurangi, kan saya usaha katering. Nanti kalau dikurangi, rasanya jadi tidak karuan dan pelanggan saya malah lari,” kata Nining.

Diakuinya dia lebih memilih mengutamakan kualitas daripada mengurangi bahan makanan meskipun mengalami kenaikan harga. Karena itu, Nining harus menambah pengeluaran untuk membeli bahan kebutuhan pokok demi mengutamakan kualitas dan mutu usahanya.

“Kalau harganya naik, lama-lama nanti para pelanggan katering saya akan mengerti kalau saat ini harganya naik,” ujarnya.

Dengan naiknya harga kebutuhan pokok, Nining juga membatasi pembelian sembako sesuai yang dibutuhkan.

Suyanti Ningsih, Pedagang Sembako di Pasar Blauran,saat diwawancarai Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]