RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Second Wave Covid-19, Permohonan Doa Arwah Majelis Selametan Rasika Melonjak

Second Wave Covid-19, Permohonan Doa Arwah Majelis Selametan Rasika Melonjak

Second Wave Covid-19, Permohonan Doa Arwah Majelis Selametan Rasika Melonjak

Majelis Selametan Rasika yang dilaksanakan setiap hari pukul 20.00 WIB di studio 2 Radio Rasika Ungaran 105.6 FM. (Foto/dok Rasika)
UNGARAN – Gelombang kedua serangan Covid-19 di Indonesia menempatkan negara ini di peringkat pertama WHO sebagai negara dengan penambahan angka positif dan kasus kematian terbanyak nomor dua di dunia. Tak terkecuali di Kabupaten Semarang, yang bisa dilihat dari peningkatan jumlah permohonan doa arwah di Majelis Selametan Radio Rasika FM Ungaran selama satu minggu terakhir.
Menurut Penanggung jawab acara Majelis Selametan Radio Rasika FM Dida Anwar Hasanudin, peningkatan nama arwah (Asmaul Mauta) yang didoakan dalam Majelis Selametan naik tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Dalam satu minggu paling banyak 5 arwah, sekarang sejak seminggu terakhir bisa mencapai 65 orang,” kata Dida, Selasa (29/6/2021).
Nama-nama yang didoakan tersebut sebagian besar berasal dari anggota keluarga, kolega maupun tetangga yang bersangkutan yang dihimpun dalam call center Rasika. Meski demikian, pihaknya tidak bisa mengidentifiasi apakah nama-nama yang dimintakan doa tersebut adalah orang yang terpapar Covid-19 atau bukan.
“Kami hanya bertugas mendoakan, soal Covid atau bukan kami tidak pernah menanyakan,” jelasnya.
Ditambahkan Dida, Majelis Selametan adalah majelis doa yang dilakukan semi daring dari studio 2 Radio Rasika FM di jalan Semangka 7 Ungaran, Kabupaten Semarang setiap hari jam 20.00 WIB sampai jam 21.00 WIB, serta hari Jumat jam 12.00 WIB yang juga disiarkan melalui live streaming Youtube RASIKA USA, facebook dan instagram Al Khidmah Ungaran.
“Karena pandemi masyarakat tidak bisa berkumpul menggelar tahlilan, maka Majelis Selametan ini hadir untuk mengisi ruang kosong itu. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat sendirian dan hampa secara spiritual karena banyaknya pembatasan sosial,” ujarnya.
Disampaikan, selain dipancarkan melalui medsos Rasika Group, acara ini akan direlai melalui radio-radio dalam jaringan Rasika Grup, meliputi Rasika 105.6 FM, Rasika Semarang 100.1 FM, 99.7 Citra FM Kendal dan Rasika Pekalongan 88.9 FM sehingga coverage area siaran Majelis Selametan ini meliputi daerah Pantura Pekalongan hingga Pati serta Semarang Raya.
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang juga Ketua Tanfidziyah NU Kota Semarang KH Anashom mengatakan, agenda Majelis Selametan yang kontennya pembacaan doa untuk warga yang sudah meninggal mengandung penanaman ajaran agama yang baik.
“Warga yang mengikuti acara ini akan tersugesti untuk selalu menyiapkan diri menghadapi kematian yang pasti akan terjadi. Ini mendorong masyarakat untuk menyiapkan bekal mati yang tak lain di antaranya amal saleh dan doa-doa dari orang yang masih hidup,” ungkapnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran