KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sedimentasi Jadi Problem Petani Ringinarum Kendal

Sedimentasi Jadi Problem Petani Ringinarum Kendal

Sedimentasi Jadi Problem Petani Ringinarum Kendal

Kades Kedung Gading, M Budiyono saat meninjau sungai di Desa Kedung Asri, Rabu (24/2/2021).

RASIKAFM – Petani di wilayah Ringinarum, Kendal mengeluhkan terkait debit air yang mengalir ke persawahan mereka yang sangat kecil. Padahal saat ini musim hujan dengan intensitas tinggi. Para petani khususnya di Desa Kedunggading merasakan aliran air untuk irigasi sawah mereka berkurang.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Kedung Gading, Kecamatan Ringinarum, Budiyono pun melakukan pengecekan ke saluran irigasi. Menurutnya, ada penyumbatan akibat sedimentasi yang tinggi di pintu air yang membagi ke sejumlah desa. Setidaknya ada tiga titik sedimentasi yang sangat tinggi, sehingga menghambat air yang akan disalurkan.

Pihaknya sudah beberapa kali mengupayakan pengerukan sedimentasi dengan tenaga manusia, bahkan bersama-sama dengan tujuh desa melalui kelompok tani. Namun upaya ini hasilnya tetap tidak maksimal.

Terkait penyebab terjadinya sedimentasi, Budiyanto menjelaskan, hal itu karena ada penggerusan tanah dari hulu yang cukup banyak. Dengan tingginya sedimentasi dipastikan petani-petani yang berada di daerah bawah akan kekurangan air dan sangat merugikan petani

Budiyono menambahkan, jika tidak segera dilakukan pengerukan dikhawatirkan akan berdampak sosial di masyarakat, seperti konflik antar petani. Untuk itu pihaknya berharap, adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk melakukan pengerukan menggunakan alat berat.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang