URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Meski wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjangkiti hewan ternak ruminansia di Kabupaten Semarang, Pemkab setempat telah mengizinkan seluruh pasar hewan untuk dibuka kembali.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Seluruh Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Sudah Dibuka Kecuali Pasar Pon Ambarawa

Seluruh Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Sudah Dibuka Kecuali Pasar Pon Ambarawa

Seluruh Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Sudah Dibuka Kecuali Pasar Pon Ambarawa

featured-img

UNGARAN – Meski wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjangkiti hewan ternak ruminansia di Kabupaten Semarang, Pemkab setempat telah mengizinkan seluruh pasar hewan untuk dibuka kembali. Akan tetapi hal itu tidak berlaku untuk pasar hewan Ambarawa, sebab pasar yang lebih dikenal dengan nama Pasar Pon itu merupakan pasar hewan terbesar di Kabupaten Semarang. Dikhawatirkan jika pasar itu kembali dibuka, maka para pedagang dari luar kota akan banyak masuk sehingga berpotensi menularkan virus PMK.

“Pasar hewan Ambarawa masih akan ditutup sampai 16 September 2022. Sedangkan pasar hewan yang lain, yang skalanya lebih kecil sudah dibuka pada tanggal 1 September kemarin,” jelas Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Wigati Sunu baru-baru ini.

Menurut Sunu, yang diperbolehkan beroperasi kembali yaitu pasar hewan yang hanya memperdagangkan hewan kambing atau domba dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Kemudian, hanya bisa menerima ternak kecil yang sehat yang berasal dari wilayah Kabupaten Semarang.

“Sehingga hewan ternak yang diperjualbelikan lebih aman dibanding yang berasal dari luar wilayah,” ujarnya.

Sementara, seorang pedagang hewan ternak di Ambarawa, Amri mengatakan ia cukup kesulitan dalam menghadapi wabah PMK ini, terlebih penutupan Pasar Pon Ambarawa diperpanjang.

“Saya terbiasa jual beli di sana (Pasar Pon). Terpaksa saya hanya stok sapi sedikit dan jualannya hanya per orang dari rumah, yang langganan-langganan saja,” keluhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data kasus aktif PMK di Kabupaten Semarang hingga minggu pertama di bulan September 2022 mencapai 1299 ekor. Jumlah itu terbilang menurun lantaran dibanding pada awal Agustus 2022, kasus aktif PMK mencapai sekitar 2000 ekor.

Untuk total kasusnya sejak 12 Mei 2022 hingga hari ini, PMK telah menjangkiti sebanyak 6072 ekor. Dalam kurun waktu tersebut, hewan ternak yang mati mencapai 105 ekor. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026