URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dengan musim kemarau basah, Sabana Rawa Pening kembali muncul di Dusun Klurahan, Desa Tuntang, memberikan pemandangan menakjubkan bagi warga sekitar. Meskipun ditumbuhi rumput yang hijau, tanah sabana masih terasa empuk dan retakan-retakan tanah bekas rawa menjadi pesonanya yang unik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Setelah 5 Tahun Hilang, Kini Sabana Rawa Pening Muncul Kembali. Banyak Cerita Berawal dari Sini

Setelah 5 Tahun Hilang, Kini Sabana Rawa Pening Muncul Kembali. Banyak Cerita Berawal dari Sini

Setelah 5 Tahun Hilang, Kini Sabana Rawa Pening Muncul Kembali. Banyak Cerita Berawal dari Sini

Dengan musim kemarau basah, Sabana Rawa Pening kembali muncul di Dusun Klurahan, Desa Tuntang, memberikan pemandangan menakjubkan bagi warga sekitar. Meskipun ditumbuhi rumput yang hijau, tanah sabana masih terasa empuk dan retakan-retakan tanah bekas rawa menjadi pesonanya yang unik.
Foto dok Hawin
Sejumlah warga saat beraktifitas di Danau Rawa Pening, yang kini berubah menjadi padang sabana yang indah.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Jagat maya kembali dihebohkan dengan fenomena indah, di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Dusun Klurahan, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Ya…………..setelah sempat Viral 5 tahun lalu, medio September 2019 silam, kini Sabana Rawa Pening muncul lagi, karena musim kemarau basah. Sontak, pemandangan sabana yang indah dengan rumput yang hijau itu dimanfaatkan oleh warga untuk bersantai, bersepeda, bermain layangan, dan berswafoto.

Pada hamparan Sabana Rawa Pening yang mencapai dua hektare. Meskipun sudah banyak ditumbuhi rerumputan, tanah di sabana itu masih terasa empuk dan terdapat retakan-retakan tanah yang menjadi ciri khas tanah bekas rawa.

Lahan tersebut dulunya merupakan bagian dari Danau Rawa Pening, namun mengering akibat kemarau panjang pada 2023 ini.

Berdasarkan pantauan rasikafm.com, tampak rumput teki tumbuh dengan padat sehingga pemandangan menjadi hijau sejauh mata memandang.

Meskipun sudah menjadi rerumputan, tanah di sana masih terasa empuk dan terdapat retakan-retakan tanah yang hancur yang menjadi ciri khas tanah bekas rawa.

Fenomena itu akhirnya dianggap sebagai keajaiban alam dan membuat warga menjadi penasaran.

Warga sekitar sendiri menyebutnya sebagai Sabana Rawa Pening, hingga memaksa ratusan warga dari anak-anak hingga dewasa akhirnya berbondong-bondong datang ke sana.

Ahmad Anton, salah seorang warga menurutkan jika padang rumput atau sabana sudah muncul sejak sepekan sebelumnya.

“Ini kemungkinan karena tanah rawa yang gembur semakin mengering tapi masih basah, sehingga tumbuh rumput seperti ini,” kata Antok, jumat 27/10/2023.

Dia menambahkan, sebenarnya banyak orang ingin bermalam dan berkemah di padang rumput tersebut, namun belum diizinkan lantaran tanahnya masih empuk dan tidak padat sehingga membahayakan.

Anton menambahkan, fenomena tersebut bukanlah kali pertama terjadi, namun sudah kali kedua di mana kejadian sebelumnya muncul pada 2018 lalu.

Lokasinya sendiri berada di dekat menara buatan Radesa Tuntang yang hancur akibat angin kencang pada 2022 lalu.

“Cocok bersantai saat sore hari, apalagi saat cerah dengan pemandangan gunung ditambah sunset (terbenamnya matahari,” tambahnya.

Selain mengundang warga untuk datang, fenomena sabana tersebut juga dimanfaatkan warga sekitar untuk berjualan makanan, minuman dan camilan.

Warga datang ke sana untuk menyaksikan sendiri peristiwa langka ini. Melalui unggahan berbeda juga, di padati oleh parkiran motor setelah ramai di Instagram maupun TikTok.

Indahnya Sabana nampaknya juga dialami oleh Handoko seorang Humas Pabrik dikota Salatiga. Bagaimana tidak saat kemunculan pertama kali New Sabaha 2018 lalu ia sempat berkenalan dengan gadis manis asal Kabupaen Semarang, hingga akhirnya menjalin kisah manis.

Namun sayang kini hubungan mereka tidak berlanjut “tapi bagaimanapun aku berterima kasih dengan Sabana karena sempat mengenal dia” ujar Han pasrah.

BACA JUGA :

AIR BERSIH
Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah, Pemkab Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Disdikbudpora meluncurkan program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari untuk meningkatkan literasi pertanian pelajar serta menarik minat generasi muda menjadi petani. Program yang disiapkan mulai tahun ajaran baru ini hadir sebagai respons atas menurunnya jumlah petani dan dominasi petani berusia di atas 45 tahun yang berpotensi mengancam regenerasi sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah
Ribuan warga memadati Halaman Pemerintah Kota Salatiga pada 21 Juni 2026 dalam gelaran Dolan Solotigo 2026. Acara yang dibuka Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menghadirkan fun run, fun bike, zumba, biliar, dan bazar UMKM. Melalui kolaborasi berbagai komunitas, kegiatan ini digelar untuk memperkuat pariwisata berbasis pengalaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan promosi Kota Salatiga sebagai destinasi wisata unggulan.
Ajang Dolan Solotigo! Ribuan Warga Lari, Gowes, dan Nikmati Serunya Wisata Kota
Lokasi wisata alam baru di perbatasan Desa Lerep dan Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, ramai dikunjungi wisatawan setelah viral di media sosial dalam tiga pekan terakhir. Popularitas kawasan dengan aliran air jernih dari lereng Gunung Ungaran itu bermula dari konten yang dibuat Karang Taruna Desa Lerep bersama mahasiswa KKN UPGRIS dan UNNES.
Ini Dia Kalipangus, Obyek Wisata Dadakan yang Viral di Ungaran
Penambahan wahana wisata dilakukan Pemkab Semarang di Bukit Cinta, Desa Kebondowo, Banyubiru, Senin (16/3/2026), dengan menghadirkan permainan air, aviary, playground, dan gokart guna menarik kunjungan wisatawan serta memberikan destinasi rekreasi ramah keluarga saat libur Idulfitri.
Wahana Baru Bukit Cinta Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Lebaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging