KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Setelah 5 Tahun Hilang, Kini Sabana Rawa Pening Muncul Kembali. Banyak Cerita Berawal dari Sini

Setelah 5 Tahun Hilang, Kini Sabana Rawa Pening Muncul Kembali. Banyak Cerita Berawal dari Sini

Setelah 5 Tahun Hilang, Kini Sabana Rawa Pening Muncul Kembali. Banyak Cerita Berawal dari Sini

Dengan musim kemarau basah, Sabana Rawa Pening kembali muncul di Dusun Klurahan, Desa Tuntang, memberikan pemandangan menakjubkan bagi warga sekitar. Meskipun ditumbuhi rumput yang hijau, tanah sabana masih terasa empuk dan retakan-retakan tanah bekas rawa menjadi pesonanya yang unik.
Foto dok Hawin
Sejumlah warga saat beraktifitas di Danau Rawa Pening, yang kini berubah menjadi padang sabana yang indah.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Jagat maya kembali dihebohkan dengan fenomena indah, di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Dusun Klurahan, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Ya…………..setelah sempat Viral 5 tahun lalu, medio September 2019 silam, kini Sabana Rawa Pening muncul lagi, karena musim kemarau basah. Sontak, pemandangan sabana yang indah dengan rumput yang hijau itu dimanfaatkan oleh warga untuk bersantai, bersepeda, bermain layangan, dan berswafoto.

Pada hamparan Sabana Rawa Pening yang mencapai dua hektare. Meskipun sudah banyak ditumbuhi rerumputan, tanah di sabana itu masih terasa empuk dan terdapat retakan-retakan tanah yang menjadi ciri khas tanah bekas rawa.

Lahan tersebut dulunya merupakan bagian dari Danau Rawa Pening, namun mengering akibat kemarau panjang pada 2023 ini.

Berdasarkan pantauan rasikafm.com, tampak rumput teki tumbuh dengan padat sehingga pemandangan menjadi hijau sejauh mata memandang.

Meskipun sudah menjadi rerumputan, tanah di sana masih terasa empuk dan terdapat retakan-retakan tanah yang hancur yang menjadi ciri khas tanah bekas rawa.

Fenomena itu akhirnya dianggap sebagai keajaiban alam dan membuat warga menjadi penasaran.

Warga sekitar sendiri menyebutnya sebagai Sabana Rawa Pening, hingga memaksa ratusan warga dari anak-anak hingga dewasa akhirnya berbondong-bondong datang ke sana.

Ahmad Anton, salah seorang warga menurutkan jika padang rumput atau sabana sudah muncul sejak sepekan sebelumnya.

“Ini kemungkinan karena tanah rawa yang gembur semakin mengering tapi masih basah, sehingga tumbuh rumput seperti ini,” kata Antok, jumat 27/10/2023.

Dia menambahkan, sebenarnya banyak orang ingin bermalam dan berkemah di padang rumput tersebut, namun belum diizinkan lantaran tanahnya masih empuk dan tidak padat sehingga membahayakan.

Anton menambahkan, fenomena tersebut bukanlah kali pertama terjadi, namun sudah kali kedua di mana kejadian sebelumnya muncul pada 2018 lalu.

Lokasinya sendiri berada di dekat menara buatan Radesa Tuntang yang hancur akibat angin kencang pada 2022 lalu.

“Cocok bersantai saat sore hari, apalagi saat cerah dengan pemandangan gunung ditambah sunset (terbenamnya matahari,” tambahnya.

Selain mengundang warga untuk datang, fenomena sabana tersebut juga dimanfaatkan warga sekitar untuk berjualan makanan, minuman dan camilan.

Warga datang ke sana untuk menyaksikan sendiri peristiwa langka ini. Melalui unggahan berbeda juga, di padati oleh parkiran motor setelah ramai di Instagram maupun TikTok.

Indahnya Sabana nampaknya juga dialami oleh Handoko seorang Humas Pabrik dikota Salatiga. Bagaimana tidak saat kemunculan pertama kali New Sabaha 2018 lalu ia sempat berkenalan dengan gadis manis asal Kabupaen Semarang, hingga akhirnya menjalin kisah manis.

Namun sayang kini hubungan mereka tidak berlanjut “tapi bagaimanapun aku berterima kasih dengan Sabana karena sempat mengenal dia” ujar Han pasrah.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
[pekok2]