KABAR RASIKA

Sinoeng Kembalikan Berkas ke Gerindra Salatiga Naik Bajaj, Didampingi Ojek Online

Sinoeng Kembalikan Berkas ke Gerindra Salatiga Naik Bajaj, Didampingi Ojek Online

Sinoeng Kembalikan Berkas ke Gerindra Salatiga Naik Bajaj, Didampingi Ojek Online

Sinoeng N Rachmadi, bakal calon Wali Kota Salatiga, mengembalikan berkas pencalonannya ke DPC Gerindra Kota Salatiga dengan cara unik, naik Bajaj yang didampingi puluhan ojek online, perwakilan Santri Ndalan, penggemar vespa, dan simpatisan lainnya. Rombongan berangkat dari Tegalrejo menuju Gerindra melalui jalan lingkar Salatiga, menarik perhatian masyarakat dengan Bajaj biru yang mencolok.
Foto Arief Rasika
Sinoeng saat mengembalikan berkas pendaftaran balon wali kota ke DPC Gerindra yang diterima langsung oleh ketua DPC Yuliyanto

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bakal calon Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi mengembalikan berkas ke DPC Gerindra Kota Salatiga. Kali ini Sinoeng sengaja naik Bajaj didampingi puluhan ojek online yang biasa mangkal di Salatiga.

Selain itu, juga ada perwakilan Santri Ndalan Salatiga, penggemar vespa dan simpatisan. Rombongan berangkat dari Tegalrejo menuju Gerindra melalui jalan lingkar Salatiga.

Di perjalanan, bajaj warna biru itu mendapatkan perhatian dari masyarakat yang melihat rombongan tersebut.

Sinoeng yang mengenakan batik, diterima oleh ketua DPC Gerindra Yuliyanto, didampingi sejumlah pengurus. Setelah di cek isi berkas pengembalian, kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tertutup.

Usai pertemuan, Sinoeng menyebutkan jika pengembalian berkas dilakukan setelah pihaknya mengambil berkas beberapa waktu lalu. Dirinya optimis akan mendapatkan respons positif.

Sementara Yuliyanto menyambut baik pengembalian berkas tersebut. Ia menjelaskan jika Sinoeng merupakan pendaftar ke empat yang mengembalikan berkas. “Selanjut kan setelah di cek, akan dikirim ke DPD Gerindra Jateng,” jelas Yuliyanto.

Sinoeng saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px