URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
TS (50), warga kampung Turusan RT 05 RW 07, Kelurahan Salatiga, nekat menusuk tiga saudaranya dengan gunting pada Rabu (30/10/2024) petang di depan rumahnya, diduga karena depresi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tanpa Sebab yang Jelas, TS Tusuk Satu Keluarga Pakai Gunting

Tanpa Sebab yang Jelas, TS Tusuk Satu Keluarga Pakai Gunting

Tanpa Sebab yang Jelas, TS Tusuk Satu Keluarga Pakai Gunting

TS (50), warga kampung Turusan RT 05 RW 07, Kelurahan Salatiga, nekat menusuk tiga saudaranya dengan gunting pada Rabu (30/10/2024) petang di depan rumahnya, diduga karena depresi.
foto dok IST
Korban penusukan TS saat berobat.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIG A– Diduga depresi, TS (50) warga kampung Turusan RT 05 RW 07, Kelurahan Salatiga nekat menusuk tiga orang yang merupakan saudaranya dengan gunting. Peristiwa ini terjadi di depan rumah pelaku, Rabu (30/10/2024) petang. Akibat kejadian ini, tiga korban yaitu Mus (39) beserta Ismi (70) dan Nur ( 41) mengalami luka tusuk serius.

Menurut keterangan Mus, kejadian bermula ketika ia sehabis pulang mengantar sekolah anaknya. Saat hendak masuk ke gang sempit menuju rumah, motornya terhalang oleh sepeda motor pelaku yang sengaja di parkir di tengah jalan gang.

“ Saya berusaha jalan lewat pinggir, namun tiba-tiba pelaku menghampiri saya dan mengeluarkan gunting dari balik bajunya dan langsung ditusukkan ke saya. Saya tangkis mengenai tangan saya. Saya lari menyelematkan diri, namun pelaku sempat menusuk punggung saya,” katanya.

Setelah korban lari menyelamatkan diri, pelaku bukannya mengejar, namun justru masuk ke dalam rumah. TS langsung menyerangnya dengan menusuk kepalanya. Kedua korban pun bertariak-teriak minta tolong. Salah satu korban sempat menyelamatkan diri dengan masuk ke rumah salah satu saudaranya yang tidak jauh dari lokasi.

Tak lama kemudian sejumlah warga termasuk diantaranya Solikin yang juga masih saudara, datang untuk mencegah perbuatan pelaku yang sudah kalap. Kemudian sejumlah anggota Reskrim Polres Salatiga datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Saat hendak diamankan secara persuasif, pelaku justru berontak dan hendak melawan. Petugas kemudian bersama-sama meringkusnya dan dibawa ke Polres Salatiga. Tiga korban yang saat itu mengalami luka tusuk, selanjutnya dibawa ke RSU Salatiga. Setelah mendapatkan perawatan medis, ketiga korban diinjinkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Menurut keterangan saksi , sejak dua tahun ini diduga pelaku mengalami gangguan jiwa, setelah mengalami kecelakaan sepeda motor. “ Pelaku pernah dirawat 2 minggu di RSJ Semarang, saya yang mengantar,” katanya.

Sementara itu Plh Kabag Humas Polres Salatiga Ipda Sutopo SH mengatakan, pelaku sudah diamankan petugas tak lama setelah melakukan penusukan dengan gunting terhadap tiga orang yang masih saudaranya. Namun para korban tidak membuat laporan karena masih satu keluarga.“ Dugaan sementara pelaku mengalami ganggungan jiwa, dan saat ini sudah dibawa ke RSJ semarang untuk pengobatan,” katanya.

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan