URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam DEMFASNA menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat Silaturahmi Nasional di UIN Salatiga, Kamis (18/6/2026). Mereka meminta pemerintah mengevaluasi program prioritas agar tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program

Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program

Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program

Kegiatan Silatnas di kampus UIN Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kritik terhadap sejumlah program prioritas pemerintah mengemuka dalam Silaturahmi Nasional Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (DEMFASNA) se-Indonesia di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Kamis (18/6/2026).

Di tengah pembahasan tentang Indonesia Emas 2045, mahasiswa secara terbuka menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Forum yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Emas 2045 melalui Penguatan Politik, Supremasi Hukum, dan Perlindungan HAM” itu dihadiri para ketua dan perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah di Indonesa.

Koordinator Pusat M. Rizki Pirmansah, mengatakan pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk menyampaikan pandangan kritis mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Menurut Rizki, program MBG pada prinsipnya merupakan kebijakan yang baik, namun pelaksanaannya harus benar benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Program ini harus tepat sasaran. Jangan sampai pelaksanaannya justru tidak menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.  Kalau tidak tepat sasaran, maka tujuan program akan sulit tercapai,” ujarnya saat.

Selain MBG, mahasiswa juga menyoroti keberadaan program Koperasi Desa Merah Putih.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan setiap program prioritas pemerintah dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat sipil.

Rizki juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program strategis yang sedang berjalan. Evaluasi tersebut, menurut dia, penting agar kebijakan yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, mengapresiasi forum nasional yang digelar mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum tersebut. Menurutnya, forum akademik semacam itu penting untuk membahas berbagai persoalan hukum dan politik yang sedang menjadi perhatian publik.

Dance bahkan mendorong mahasiswa untuk ikut mengkaji sejumlah isu strategis nasional, seperti revisi Undang-Undang Pemilu, revisi Undang-Undang Partai Politik, dan revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah.

“Momentum ini sangat baik karena mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah berkumpul dan dapat mendiskusikan isu – isu strategis yang berkaitan dengan masa depan sistem politik dan hukum nasional,” katanya.

Terkait kritik mahasiswa terhadap program pemerintah, Dance menilai hal tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang melekat pada gerakan mahasiswa dalam sistem demokrasi.

“Mahasiswa harus tetap menjadi alarm bagi pemerintah. Kritik dan masukan yang disampaikan merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat sekaligus bahan evaluasi agar kebijakan publik semakin baik,” ujar Dance.

M. Rizki Pirmansah

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang akan menata kawasan Gembol di Bawen dan Tegal Panas di Bergas melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Penataan dilakukan untuk mengubah kawasan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan masjid di Gembol serta penyusunan konsep pemanfaatan lahan Tegal Panas dengan memperhatikan mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak.
Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Komisi B DPRD Kabupaten Semarang mempertanyakan keabsahan izin penjualan minuman beralkohol yang dimiliki Over O Bar and Kitchen di Ungaran setelah hasil konfirmasi ke DPMPTSP dan Dinas Perdagangan menyatakan tidak pernah menerbitkan izin tersebut. Dewan meminta penjualan minuman beralkohol dihentikan sementara hingga status perizinan dan kepatuhan terhadap ketentuan jarak lokasi usaha serta kewajiban pajak dapat dipastikan sesuai aturan yang berlaku.
DPRD Kabupaten Semarang Soroti Izin Miras Over O, Penjualan Alkohol Diminta Dihentikan Sementara
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
Jalan Rusak Wringinputih Segera Dibeton, Perusahaan Tanggung Biaya Perbaikan
DPRD Kabupaten Semarang menindaklanjuti keluhan warga Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, terkait kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut material tambang galian C. Setelah inspeksi lapangan pada 16 Juni 2026, DPRD menemukan kerusakan cukup parah serta pelanggaran operasional truk, dan meminta perusahaan segera memperbaiki jalan atau berisiko menghadapi rekomendasi peninjauan ulang izin.
Jalan Desa Tlompakan Tuntang Rusak Dihajar Truk Tambang, DPRD Ultimatum Perusahaan
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah