URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan PT Apac Inti Corpora, Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang, pada Jumat (3/5/2024) dini hari. Peristiwa tersebut melibatkan dua truk kontainer, satu bermuatan meubel dan yang lainnya bermuatan marmer.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terlibat Tabrakan Maut dengan Truk Muat Marmer di Bawen, Sopir Kontainer Meninggal Dunia

Terlibat Tabrakan Maut dengan Truk Muat Marmer di Bawen, Sopir Kontainer Meninggal Dunia

Terlibat Tabrakan Maut dengan Truk Muat Marmer di Bawen, Sopir Kontainer Meninggal Dunia

Petugas melakukan upaya evakuasi truk kontainer yang terguling di ruas Jalan Soekarno-Hatta, Harjosari, Bawen usai terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan marmer, Jumat (3/5/2024) dini hari. Foto: Humas Polres Semarang
Petugas melakukan upaya evakuasi truk kontainer yang terguling di ruas Jalan Soekarno-Hatta, Harjosari, Bawen usai terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan marmer, Jumat (3/5/2024) dini hari. Foto: Humas Polres Semarang
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Soekarno-Hatta, atau tepatnya di depan PT Apac Inti Corpora, Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (3/5/2024) dini hari. Kendaraan yang terlibat yakni dua unit truk jenis kontainer berplat B 9126 PEH bermuatan meubel dengan truk bak terbuka bermuatan marmer berplat B 9526 TQA.

Disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Semarang AKP Arpan, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 00.45 WIB. Kronologinya, truk kontainer yang dikemudikan Agus Budi (45) warga Kota Semarang, melaju dari arah Bawen menuju ke Semarang. Sesampainya di lokasi kejadian, kontainer tersebut menabrak truk bak terbuka yang dikemudikan Dana Saputra (36) warga Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Keduanya melaju searah. Truk muat marmer masuk ke parit, sedangkan kontainer terguling menutup seluruh badan jalan jalur Bawen ke Semarang,” kata Arpan saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2024).

Dijelaskan Arpan, dalam kecelakaan maut ini sopir kontainer dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan pengemudi truk bak terbuka mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ken Saras.

“Penyebabnya masih kami dalami. Penyidik akan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian,” imbuhnya.

Sementara Kanit Gakkum Ipda Handriyani menuturkan, akibat peristiwa ini ruas jalur Semarang-Bawen sempat mengalami ketersendatan cukup panjang di kedua arah akibat satu jalur tertutup penuh.

“Sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow,” jelasnya.

Handriyani mengimbau bagi pengemudi kendaraan sebaiknya beristirahat terlebih dahulu jika merasa lelah. Kondisi kendaraan juga harus dipastikan prima dan semua alat bisa berfungsi dengan baik.

“Sebab, banyak kasus kecelakaan terjadi akibat human error misalnya mengantuk. Atau bisa jadi, gagal dalam fungsi pengereman,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung
Warga Dusun Gading, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengeluhkan dugaan pencemaran Kali Serang yang terjadi selama tiga hari terakhir hingga menyebabkan ikan lokal mati, air menimbulkan rasa gatal, dan bau menyengat tercium sampai permukiman warga, Selasa (19/5/2026). Warga bersama karang taruna menyisir aliran sungai sejauh sekitar 10 kilometer untuk menelusuri sumber limbah yang diduga dibuang pada waktu tertentu.
Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Dewa di Kali Serang Tengaran Mati
Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di jalur penyelamat Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (19/5/2026) malam. Insiden diduga dipicu gangguan pengereman pada kedua kendaraan hingga menyebabkan benturan di jalur penyelamat dan mengakibatkan tiga orang mengalami luka, satu di antaranya luka berat.
Rem Blong, Dua Truk Tabrakan di Jalur Penyelamat JLS Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Majelis Masyayikh di Sidang MK Negara Wajib Biayai Pendidikan Pesantren
Majelis Masyayikh di Sidang MK: Negara Wajib Biayai Pendidikan Pesantren
Ketua Majelis Masyayikh sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU, Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan negara wajib membiayai pendidikan pesantren saat sidang uji materi UU Pesantren di Mahkamah Konstitusi, Rabu (3/6/2026)....
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 12.00–13.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan rob di sejumlah wilayah pesisir Semarang dan pantura Jawa Tengah saat aktivitas laut dan pasang siang berlangsung.
04 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 12.00–13.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 12.00–13.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 4 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di Semarang berkisar 25–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–85 persen, sementara hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, serta Pantura tengah hingga barat Jawa Tengah pada sore hingga malam hari.
04 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Pegunungan dan Pantura Barat Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 4 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di...
Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang
Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang
PT Pertamina Patra Niaga menggelar simulasi keadaan darurat terintegrasi di kawasan Integrated Terminal Semarang untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi kebocoran minyak, kebakaran kapal nelayan, hingga...
Polres Salatiga berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik pedagang tempe di kawasan Pasar Pagi Salatiga yang terjadi pada 4 Mei 2026. Pelaku berinisial CN, warga Banyubiru, Kabupaten Semarang, ditangkap bersama sejumlah barang bukti setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan laporan korban.
Masih Rejeki! Motor Kharis Hilang Dicuri, Namun Akhirnya Bisa Kembali
Polres Salatiga berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik pedagang tempe di kawasan Pasar Pagi Salatiga yang terjadi pada 4 Mei 2026. Pelaku berinisial CN, warga Banyubiru, Kabupaten Semarang,...
Muat Lebih

POPULER

Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved