KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tindak Lanjut TPPK, SMP Stella Matutina Salatiga Gelar Pelatihan Perlindungan Anak

Tindak Lanjut TPPK, SMP Stella Matutina Salatiga Gelar Pelatihan Perlindungan Anak

Tindak Lanjut TPPK, SMP Stella Matutina Salatiga Gelar Pelatihan Perlindungan Anak

Sekolah SMP Stella Matutina mengadakan pelatihan perlindungan anak di aula sekolah pada akhir pekan kemarin, yang diikuti oleh 22 peserta termasuk kepala sekolah, guru, karyawan, dan komite sekolah.
Foto dok IST
SMP Stella Matutina gelar pelatihan perlindungan anak di aula sekolah

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menindaklanjuti terbentuknya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), Sekolah, SMP Stella Matutina mengadakan pelatihan perlindungan anak di aula sekolah, akhir pekan kemarin.

Pelatihan diikuti 22 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, karyawan dan komite sekolah.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini difasilitasi oleh Ambar Tri Anggoro dari Yayasan Sekertariat Anak Merdeka Indonesia (Samin) Yogyakarta.

Yayasan ini adalah salah satu inisiator munculnya undang undang perlindungan anak di Indonesia.

Dalam materi yang disampaikan, Ambar Tri Anggoro mencoba membongkar dari dasar mengapa perlindungan anak itu penting.

Konvensi Hak Anak yang diratifikasi tahun 1990 dan kemudian muncul UU Perlindungan Anak no 23 Tahun 2022 menjadi dasar dari semua peraturan berikutnya mulai dari Pemendikbud No 46 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan sampai pada peraturan daerah yang mendukung terlaksananya konvensi hak anak tersebut.

“Anak usia 0 sampai 18 tahun mempunyai tingkat kerentanan yang paling tinggi, maka kita sebagai orang dewasa berkewajiban memberikan jaminan perlindungan anak dari kekerasan, terutama yang ada di lingkungan satuan pendidikan. Instrument peraturan sudah lengkap,” Kata Ambar Tri Anggoro.

“Perlindung anak itu 90 persen adalah pencegahan, maka instrument yang sudah ada dan disiapkan oleh pemerintah baiknya kita laksanakan, misalnya melaksanakan kebijakan Satuan Pendidikan Ramah Anak. Sudah ada indikator yang disiapkan, kita sekolah tinggal melaksanakan secara konsisten dan berkualitas” Imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan SMP Stella Matutina bisa melakukan identifikasi tentang indikator satuan pendidikan ramah anak dan kemudian membuat rencana aksi untuk melaksanakan indikator tersebut di tingkat satuan Pendidikan.

“Setelah forum ini semua peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, ortu/wali dan komite memahami Konvensi Hak Anak, UUPA no 23 Tahun 2023 sampai Permendikbud no 46 Tahun 2023, maka akan kita tindak lanjuti dengan membuat rencana aksi agar kita bisa memenuhi indikator yang ada di Satuan Pendidikan Ramah Anak,“ Kata Suster Agnesita OSF Kepala Sekolah SMP Stella Matutina.

“Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan SMP Stella yang ramah anak sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakat yang ada di Salatiga, tidak hanya guru dan karyawan, tetapi juga seluruh elemen termasuk orang tua” Imbuhnya.

Theresia Erma salah satu peserta yang juga menjadi Ketua TPPK Satuan Pendidikan SMP Stella Matutina merasa senang dengan kegiatan ini. Erma yang juga menjadi guru bimbingan konseling sangat terbantu dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

“Cita cita kami mewujudkan Stella Matutina sebagai sekolah ramah anak semakin cepat terwujud, sehingga anak anak menjadi semakin nyaman dan senang mengiktui semua proses belajar mengajar di sekolah,” Katanya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]