URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Pulau jalan di Exit Tol Bawen dibongkar menjadi lebih landai agar pengendara motor lebih aman dan nyaman saat melintasi lajur kanalisasi, Selasa (14/7/2026). Foto: win
Pulau jalan di Exit Tol Bawen dibongkar menjadi lebih landai agar pengendara motor lebih aman dan nyaman saat melintasi lajur kanalisasi, Selasa (14/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) melakukan penyempurnaan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen. Perubahan dilakukan dengan membongkar dan membentuk ulang pulau jalan agar lebih landai sehingga memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama dengan lebih aman.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, mengatakan kanalisasi khusus sepeda motor telah diberlakukan sejak H-10 Lebaran dan secara umum berjalan dengan baik. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah pengendara yang belum memanfaatkan jalur khusus tersebut.

“Alhamdulillah, kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen sudah berjalan sejak H-10 Lebaran. Sebagian besar pengendara sudah memanfaatkan lajur khusus meskipun masih ada beberapa yang belum mematuhinya,” kata Djoko saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat kendala pada desain pulau jalan di titik pertemuan arus kendaraan dari arah Bawen menuju Salatiga. Bentuk pulau jalan yang sebelumnya relatif tegak lurus dengan lajur kanalisasi sepeda motor membuat pengendara harus melakukan manuver lebih tajam saat bergabung ke jalur utama. Karena itu, sejak Jumat lalu, PT Jasamarga Jogja Bawen melakukan perubahan konstruksi dengan membentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah melalui koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pemilik aset Variable Message Sign (VMS) yang berada di lokasi.

“Pulau jalannya tidak dihilangkan, hanya diubah bentuknya. Kalau sebelumnya menyudut hampir 90 derajat, sekarang dibuat lebih landai agar pengendara sepeda motor lebih mudah dan aman saat kembali ke lajur utama,” jelasnya.

Djoko menyebut perubahan dilakukan dengan tetap menyesuaikan keberadaan tiang VMS milik TMJ sehingga desain pulau jalan tidak bisa dibongkar seluruhnya. Pulau jalan yang dimodifikasi memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar sekitar 3 meter berbentuk segitiga.

“Harapan kami, penyempurnaan tersebut dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang melintas di kawasan Exit Tol Bawen,” lanjutnya.

Setelah pekerjaan konstruksi selesai, Dishub Kabupaten Semarang akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan jalur khusus sepeda motor agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. (win)

BACA JUGA :

PT Jasamarga Semarang Batang melakukan uji kekesatan (Skid Resistance Test) di Ruas Tol Semarang–Batang sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pengujian ini bertujuan mengukur daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan agar risiko kendaraan tergelincir dapat diminimalkan, sekaligus menjadi dasar pelaksanaan pemeliharaan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol.
Ternyata Jalan Tol Rutin Jalani Uji Kekesatan Jalan, Apa Itu dan Mengapa Penting?
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Kementerian Agama Kabupaten Semarang meluncurkan Program Pohon Cinta secara serentak di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), Selasa (14/7/2026), dengan mewajibkan setiap calon pengantin menanam sedikitnya satu pohon. Program yang menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi ini bertujuan mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus mendukung penghijauan di Kabupaten Semarang. Hingga kini, sekitar 6.600 bibit pohon telah ditanam melalui program tersebut.
Catin di Kabupaten Semarang Wajib Tanam "Pohon Cinta" Sebelum Menikah
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah