URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan pedagang Pasar Pagi mendatangi kantor Wali Kota Salatiga untuk melakukan audiensi terkait rencana relokasi tempat berdagang mereka dari Pasar Raya 1 di Jalan Jenderal Sudirman ke Pasar Rejosari. Aksi ini dilakukan oleh para pedagang termasuk Emil, Istiatun, dan Suniprat yang menyampaikan kekhawatiran kepada Wali Kota Robby Hernawan. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Wali Kota Salatiga pada Senin, 28 April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tolak Relokasi Puluhan Pedagang Pasar Pagi Salatiga Datangi Kantor Wali Kota

Tolak Relokasi Puluhan Pedagang Pasar Pagi Salatiga Datangi Kantor Wali Kota

Tolak Relokasi Puluhan Pedagang Pasar Pagi Salatiga Datangi Kantor Wali Kota

Puluhan pedagang Pasar Pagi mendatangi kantor Wali Kota Salatiga untuk melakukan audiensi terkait rencana relokasi tempat berdagang mereka dari Pasar Raya 1 di Jalan Jenderal Sudirman ke Pasar Rejosari. Aksi ini dilakukan oleh para pedagang termasuk Emil, Istiatun, dan Suniprat yang menyampaikan kekhawatiran kepada Wali Kota Robby Hernawan. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Wali Kota Salatiga pada Senin, 28 April 2025.
Foto Arief Rasika
Puluhan pedagang pasar pagi Salatiga saat mendatangi kantor Wali Kota Salatiga, Senin (28/4/2025) sore.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan pedagang pasar pagi yang berada di Pasar Raya 1 atau Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga mendatangi kantor Wali Kota Salatiga, Senin (28/4/2025) sore.

Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi dengan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan terkait wacana relokasi pasar pagi.

‎Seorang pedagang Emil mengatakan, pihaknya merasa khawatir terkait adanya wacana pemindahan pedagang pasar pagi ke Pasar Rejosari.

Pemindahan pedagang dirasa sangat memberatkan.

‎”Warga takut karena kalau pindah harus mulai dari awal lagi. Lokasi yang ditawarkan juga merupakan jalur cepat dan jauh. Sehingga bisa saja sepi dari pembeli, soalnya jalur cepat” kata Emil Senin (28/4/2025).

Dirinya mengaku hingga saat ini sosialisasi belum pernah mendapatkan.
Hanya saja ada wacana akan dipindahkan ke pasar Rejosari.

‎”Pedagang resah, jika harus pindah. Isu (wacana pindah) bergulir sejak satu mingguan terakhir ini,” terang Emil.

‎Senada, pedagang lain Istiatun mengaku khawatir jika relokasi pedagang pasar pagi dilakukan.

Menurutnya, hal tersebut akan langsung mempengaruhi pendapatannya sebagai pedagang sayuran.

‎”Takutnya nanti kalau dipindah jadi sepi. Karena kita sudah lama berjualan di tempat itu,” katanya.

Sementara, dalam pantauan di lokasi audiensi bersama Wali Kota Salatiga berlangsung tertutup. HP pedagang dilarang dibawa masuk ke ruangan.

Senada, perwakilan pedagang pasar pagi Suniprat. Mengaku kecewa karena saat audiensi dengan Wali Kota Salatiga tidak menemukan titik terang. Mereka ingin jika terpaksa ada pemindahan pasar harus melibatkan perwakilan pedagang dalam tim kajian.

”Kita tidak punya kemampuan untuk mengadu ke presiden, tapi kita bisa kembali viralkan aja. Biar presiden tahu, Gubernur juga paham. Caranya ngopeni rakyat opo ngene ki ? (apakah cara melayani masyarakat apakah begini?),” kata Suniprat.

Dikatakan, pihaknya akan kembali beraksi, jika Pemkot Salatiga melakukan aksi. Dia berharap permasalahan relokasi bisa dimusyawarahkan terlebih dahulu sebelum diberlakukan.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memberikan penegasan terkait rencana pemindahan pedagang Pasar Pagi yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga.

Pemindahan ini terkait dengan upaya revitalisasi kawasan tersebut dan pembangunan Pasar Raya 2 yang akan dikembangkan menjadi mal.

“Suka atau tidak suka, pedagang Pasar Pagi harus pindah. Ini untuk mendukung program revitalisasi Jalan Sudirman, yang merupakan bagian dari rencana besar pembangunan Kota Salatiga,” ujar Robby.

Suniprat saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras