KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Truk Tronton Maut Ternyata Uji Kirnya Mati sejak 8 Tahun

Truk Tronton Maut Ternyata Uji Kirnya Mati sejak 8 Tahun

Truk Tronton Maut Ternyata Uji Kirnya Mati sejak 8 Tahun

Truck maut ABC

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Fakta baru muncul dari kecelakaan maut di Simpang 3 ABC, depan Luwes, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin malam, (11/8/2025). Truk tronton H 9327 OW yang menabrak empat kendaraan ternyata tak memiliki uji kir sejak delapan tahun lalu.

“Hasil investigasi, kendaraan tersebut kirnya mati dari tahun 21 Agustus 2017,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Guntur Junanto, Selasa, 12 Agustus 2025.

Guntur menjelaskan, kecelakaan dipicu kebocoran pada seal rem angin yang menyebabkan rem blong. Selain itu, ditemukan modifikasi pada rem parkir yang membuat sistem pengereman tidak bekerja maksimal.

Kasatlantas Polres Salatiga, AKP Darmin, menyebut truk melintas di jalur yang tidak semestinya. “Jalur tidak sesuai. Kendaraan angkutan barang harusnya lewat JLS,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta itu melibatkan truk tronton H 9327 OW yang dikemudikan Setyo Kaharto, Daihatsu Grandmax S 8507 WQ dikendarai Nanang Nurdiansah (warga Jombang), Mazda Vantrend H 1187 LL oleh Kasri (warga Salatiga), serta dua sepeda motor Honda Vario—H 4061 MK milik Nindya Dewanti Permata dan H 4504 TC milik Yulfa Mafi’atun.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga, IPDA Sutopo, mengatakan truk tronton dari arah Tingkir menuju Semarang itu diduga kehilangan kendali saat mendekati lampu merah. “Saat itu di depannya terdapat Grandmax, Vantrend, dan dua sepeda motor yang sedang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah. Truk tidak mampu berhenti dan menabrak beruntun kendaraan yang ada di depannya,” paparnya.

Korban tewas, Yulfa Mafi’atun (36), seorang guru asal Blotongan, Sidorejo, mengalami luka sobek di kepala dan patah kaki kiri. Dua korban luka ringan adalah Yuli Suwarti (49) dan Aninda Dana Puspitasari (13).

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]