URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tumpang Koyor Mbok Bencok Tingkir, Solusi Disaat Lapar Dengan Harga Bersahabat

Tumpang Koyor Mbok Bencok Tingkir, Solusi Disaat Lapar Dengan Harga Bersahabat

Tumpang Koyor Mbok Bencok Tingkir, Solusi Disaat Lapar Dengan Harga Bersahabat

featured-img

 

RASIKAFM – Apabila disaat jam. Makan siang anda belum memiliki menu untuk mengisi perut dikala lapar maka tidak ada salahnya anda mencoba tumpang koyor dan kepala manyung mbok Bencok yang beralamat di Jalan Raya Suruh – Salatiga tepatnya depan Terminal Tingkir, Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga ini,

Ya….. Kepala ikan Manyung Mbok Bencok.nampaknya bisa menjawab kebutuhan disaat lapar.

Tak hanya itu, di warung Mbok Bencok yang buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 wib ini, selain menyajikan kepala ikan Manyung yang jadi primadona, juga punya menu andalan atau khas, yakni tumpang koyor. Dengan pengolahan dan penyajian yang khas, tumpang koyor di warung ini berbeda dari tumpang koyor lainya yang ada di Kota Salatiga.

Ditemui rasikafm.com saat liputan kuliner “Rasika on the Road” Rabu (6/1/2021) Eko Supriyanto selaku pemilik warung makan Mbok Bencok menuturkan, dalam penyajianya ia mengaku berbeda, kalau biasanya sering di jumpai diwarung makan, tumpang koyor itu sudah dicampur, di warungnya berbeda. “Penyajian ataupun memasaknya kita pisahkan, tumpangnya sendiri, koyornya sendiri, jadi murni tumpang,”tuturnya.

Ditambahkanya, alasan mengapa di pisah, karena nanti pengunjung warung ini bisa memilih menu, yakni bisa pesan tumpang koyor, tumpang daging atupun tumpang lainya, sehingga bisa menyesuaikan selera pengunjung dan ada pilihan.”Tapi rata rata pengunjung memilih tumpang koyor. Tapi biasanya setelah kesini sekali dan merasakan menu kami, mereka kembali lagi dan mencoba tumpang lainya,” tambah Eko.

Untuk sajian selain tumpang koyor, pengunjung juga bisa memilih tumpang ayam kampung digoreng ataupun ayam negeri dan tumpang daging. Sedangkan menu lainya yang kita sajikan diantaranya, Manyung ada kepala Manyung dan daging Mangut serta ada pecel Madiun. Untuk pecel Madiun penyajianya kita identik ada peyek dan bergedel kentang.

Ketika disinggung apa yang mendasari tertarik membuka usaha kuliner, pria yang juga sebagai Kepala Cabang PDAM Tengaran mengungkapkan, dirinya membuka usaha kuliner lantaran hobi kuliner.”Saya membuka warung ini karena saya hobi dengan kuliner,”ucapnya.

Terkait nama usaha kulinernya di namai Mbok Bencok, Eko menjelaskan, “Mbok Bencok itu dulunya ikut dirumahnya sejak dirinya masih kecil, hingga dia sudah berkeluarga.”

“Beliau itu (Mbo Bencok) masakannya enak, orangnya rapi dan bersih dalam bekerja. Jadi kami namai warung ini juga untuk mengenang jasa jasa beliau.

Sementara itu, Nur Aeni salah satu pengunjung warung Mbok Bencok mengaku masakan tumpang koyor di warung ini sangat lezat baik rasa dan aromanya. “Saya baru pertama kali makan tumpang koyor disini mas. Sekali makan eh.. rasa tumpangnya sangat beda dengan tumpang lainya. Kebetulan saya dari dulu gemar makan tumpang koyor, dan baru di warung ini menemukan rasa yang nendang banget. Meski diwarung lain juga enak, tapi disini pokoknya is the best deh mas,”ucapnya.

Senada dengan Nur. yulianto warga Suruh mengaku di warung Mbok Bencok meski baru dibuka, tapi untuk rasa rekomendasi banget. Selain aneka menu yang disajikan nikmat banget, juga pelayanan yang cepat dan ramah serta tempatnya bersih.

“Disini harganya bersahabat dengan kantong. Selain itu aksesnya juga mudah. Ketika kita keluar exit tol Tingkir lalu menuju ke Kota, pasti lewat warung Mbok Bencok,”katanya sembari menyantap kepala ikan Manyung.

 

Pantauan Rasika FM Harga aneka menu di Warung Mbok Bencok cukup terjangkau, Seperti Nasi tumpang tahu sayur Rp 7000, Nasi tumpang tahu sayur telur ceplok Rp 10.000, Nasi tumpang tahu koyor Rp 15.000, Nasi tumpang tahu ayam goreng negeri Rp 15.000, Nasi tumpang tahu ayam goreng kampung Rp 23.000, Nasi pecel Madiun Rp 7000, Nasi pecel Madiun telur ceplok Rp 10.000, Nasi ayam kampung goreng/bakar Rp 23.000, Nasi ayam goreng negeri Rp 15.000. Sedangkan untuk paket hemat ada nasi ayam goreng atau bakar Rp 18.000 dan nasi kepala Manyung Rp 18.000 serta nasi ikan mangut Rp 12 ribu saja (rief)

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar