RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ubah Stereotip, Pemkab Semarang Bakal Tata Kawasan Tegalpanas dan Gembol jadi Pusat Ekonomi

Ubah Stereotip, Pemkab Semarang Bakal Tata Kawasan Tegalpanas dan Gembol jadi Pusat Ekonomi

Ubah Stereotip, Pemkab Semarang Bakal Tata Kawasan Tegalpanas dan Gembol jadi Pusat Ekonomi

Kawasan Tegalpanas, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana melakukan penataan kawasan Tegalpanas di Kecamatan Bergas dan Gembol di Kecamatan Bawen. Hal itu bertujuan untuk mengubah stereotip kedua kawasan tersebut sekaligus membuat kawasan perekonomian baru di Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang. Ngesti Nugraha mengungkapkan,penataan kawasan Tegalpanas sebenarnya sudah menjadi bagian dari visi dan misi pemerintahannya sejak awal.

“Penataan kawasan Tegalpanas sebenarnya sudah lama ada dalam visi misi saya, bahkan bersama Pak Munjirin (mantan Bupati Semarang). Namun, sempat tertunda karena dampak pandemi Covid-19 dan juga karena mendekati Pilkada agar situasi tetap kondusif. Namun, kini kami siap untuk melanjutkan pembahasan dan pelaksanaan penataan kawasan ini,” ujarnya ditemui di Ungaran, Selasa (4/3/2025).

Ngesti menerangkan, kajian untuk penataan kawasan sudah tersedia. Harapannya, kawasan Tegalpanas bisa berkembang menjadi kawasan ekonomi yang mencakup berbagai sektor, termasuk perumahan kos-kosan, rumah sakit, dan industri.

“Kami akan melakukan inventarisasi terhadap tanah di sana untuk memastikan segala sesuatunya bisa tertata dengan baik,” lanjut Ngesti.

Menurutnya, proses penataan ini akan dibahas secara lebih mendalam untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan mencari solusinya.

“Kami juga mengharapkan saran dan masukan dari berbagai pihak untuk menyukseskan rencana ini. Terkait resosialisasi, itu akan kita bahas lebih lanjut,” kata Ngesti.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menyambut baik rencana penataan kawasan Tegalpanas dan Gembol tersebut. Menurut Bondan, penataan kawasan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi prostitusi, tetapi juga untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami mendukung penuh apa yang menjadi harapan Bupati Semarang. Namun, penutupan kawasan ini harus direncanakan dengan matang, termasuk bagaimana kehidupan ekonomi masyarakat sekitar dapat tetap berjalan. Dampak sosial ekonomi harus diperhitungkan dengan baik,” ujar Bondan.

Bondan juga menekankan pentingnya menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi, seperti UMKM, untuk memberikan peluang kepada masyarakat untuk menjadi pelaku usaha.

“Penataan tanah juga menjadi isu tersendiri, apakah itu tanah pemerintah, masyarakat, atau desa. Asalkan semuanya dipersiapkan dengan baik, kami yakin penataan ini akan berjalan lancar,” jelasnya.

Terkait waktu pelaksanaan penataan kawasan, Bondan memperkirakan bahwa pemerintah daerah bisa melaksanakan penataan dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan.

“Yang paling sulit adalah menyiapkan skenario setelah penutupan kawasan tersebut. Ini membutuhkan keseriusan pemerintah daerah untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik,” tutupnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157