URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, lapak kambing kurban musiman di Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terlihat sepi pembeli. Didit, pedagang kambing asal Desa Nyatnyono, mengaku hanya membawa 60 ekor kambing atau kurang dari separuh stok tahun lalu akibat lesunya permintaan yang diduga dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Hingga H-2 Iduladha, baru 21 ekor kambing berhasil terjual.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang Kambing di Ungaran Mengeluh Sepi Pembeli

Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang Kambing di Ungaran Mengeluh Sepi Pembeli

Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang Kambing di Ungaran Mengeluh Sepi Pembeli

Situasi lapak kambing musiman di kawasan Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur yang tidak seramai tahun lalu pada H-2 Iduladha, Senin (25/5/2026). Foto: win
Situasi lapak kambing musiman di kawasan Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur yang tidak seramai tahun lalu pada H-2 Iduladha, Senin (25/5/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang Hari Raya Iduladha, suasana lapak penjualan kambing kurban musiman kawasan Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang justru tampak lengang. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang, salah satunya Didit, penjual kambing asal Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat.

Didit mengaku sudah sekitar 10 tahun berjualan kambing kurban di lokasi tersebut. Namun, tahun ini menjadi salah satu musim penjualan yang paling sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau jualan di sini sudah 10 tahunan. Tapi kalau mulai menempati lapak tahun ini baru tiga hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi penjualan, Senin (25/5/2026).

Pada musim kurban tahun ini, Didit hanya membawa sekitar 60 ekor kambing. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 130 ekor dan seluruhnya habis terjual.

“Sekarang saya cuma bawa 60 ekor karena melihat situasinya memang sepi banget,” katanya.

Hingga H-2 Iduladha ini, ia mengaku baru bisa menjual 21 ekor kambing. Harga kambing yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas.

“Kambing terbesar saya jual Rp 6 juta, yang paling kecil sekitar Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Menurut Didit, kambing yang dijual mayoritas berasal dari wilayah Nyatnyono dan sekitar Kabupaten Semarang. Namun lesunya daya beli masyarakat membuat para pedagang harus lebih berhati-hati membawa stok.
Ia menilai penurunan penjualan tahun ini dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil. Para pedagang pun harus memutar otak agar tidak merugi selama musim kurban.

“Kalau melihat keadaan sekarang ya memang faktor ekonomi. Situasinya sepi, jadi sebagai pedagang kambing ya sudah bisa melihat kondisi pasar seperti ini,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga