URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Waktu Dan Tempat Yang Berdekatan, Dua Orang Ditemukan Meninggal Terpapar Covid-19 Di Pleburan

Waktu Dan Tempat Yang Berdekatan, Dua Orang Ditemukan Meninggal Terpapar Covid-19 Di Pleburan

Waktu Dan Tempat Yang Berdekatan, Dua Orang Ditemukan Meninggal Terpapar Covid-19 Di Pleburan

featured-img

Evakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal dunia terpapar Covid-19 di Jalan Erlangga, Kelurahan Pleburan, Semarang Selatan, Kota Semarang.

RASIKAFM – Dua orang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terpapar Covid-19 di Jalan Erlangga, Kelurahan Pleburan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (1/6/2021).

Dua korban tersebut tewas dalam posisi berdekatan hanya berjarak 15 meter.

Korban pertama  bernama Sukarjo pemilik warung makan pojok di deretan ruko pedagang kaki lima (PKL) Jalan Erlangga.

Korban ditemukan meninggal di samping pintu rolling door dengan posisi telentang. Sedangkan untuk korban kedua adalah seorang tukang becak tanpa identitas ditemukan meninggal di atas becaknya di pertigaan Jalan Erlangga Selatan.

Kedua korban sebelumnya pernah melakukan interaksi sebagai penjual  dan pembeli di warung tersebut.

“Ya ada dua korban meninggal dunia karena Covid-19 dengan jarak berdekatan dan waktu hampir bersamaan,” kata Lurah Pleburan, Sigit Yuda R.

Dia mengatakan, awalnya mendapat laporan orang meninggal dunia di kawasan ruko PKL sekira pukul 09.00 WIB.

Tak berselang lama memeriksa kondisi korban di ruko ada laporan tukang becak tak kunjung bangun padahal hari sudah siang, sekira pukul 10.00 WIB.

“Kami tak butuh waktu lama tindaklanjuti laporan itu karena jarak berdekatan. Informasi benar ada tukang becak meninggal dunia,” ucapnya.

Selepas tim medis dari puskemas melakukan swab tes terhadap kedua korban, ternyata keduanya  positif Covid-19.

Pria meninggal dunia di ruko sudah ditangani oleh pihak keluarga. Sementara Tukang becak langsung ditangani oleh pihak Dinas Sosial Kota Semarang.

Sementara saat Proses evakuasi terhadap kedua korban yang positif Covid-19 menggunakan protokol kesehatan ketat.

“Kami sudah evakuasi bersama rekan relawan dan Polsek Semarang Selatan. Tukang becak sudah dibawa ke RSUP Kariadi Semarang sementara Pemilik warung dibawa ke RS Roemani,” paparnya.

Dia mengatakan, tak tahu pasti apakah kedua korban saling kontak. Namun dia menjelaskan, tukang becak setiap harinya memang beroperasi dan mangkal di kawasan Jalan Erlangga.

Dia menambahkan, seusai kejadian warga meninggal dunia di kawasan tersebut akan melakukan pengetatan kawasan seusai arahan Pemkot Semarang dalam aturan PPKM.

Di antaranya semua pemilik usaha tutup pukul 20.00.

“Portal kawasan perumahan warga juga ditutup pukul 20.00 WIB,” terangnya.

Sementara itu warga, Suwandi mengatakan, antara  pria pemilik warung makan dan tukang becak dimungkinkan sering saling kontak. Hal itu lantaran tukang becak juga sering makan di warung tersebut.

“Bapak warung makan memiliki riwayat penyakit gula. Kalau tukang becak kurang paham tetapi memang kondisi sudah tua,” ujarnya.

Kematian dua warga tersebut, menambah deretan panjang orang meninggal dunia dengan Covid-19 di luar rumah sakit.

Data dihimpun, sejak Sabtu (26/6/2021) hingga Selasa (29/6/2021) terdapat 10 orang meninggal dunia lantaran Covid-19 di luar rumah sakit atau tanpa penanganan medis.

Para korban tersebut meninggal di Pasar satu orang, di rumah saat isolasi mandiri enam orang, di hotel dua orang, dan di pinggir jalan satu orang.

Rincian, gelandangan pasar Peterongan biasa dipanggil Yanus (70) tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di lantai 2 pasar tersebut, Semarang Selatan, Sabtu (26/6/2021).

Delapan korban meninggal dunia lantaran Covid-19 pada hari Minggu  (27/6/2021).

1. Rukan Efendi (55) warga Krapyak, Semarang Barat, meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

2. Sugiyanto (67) warga Jalan Condrokusumo, Bongsari, Semarang Barat, ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Hasil swab positif Covid-19.

3. Tuna wisma tanpa identitas meninggal dunia di jalan Veteran, Semarang Selatan. Positif Covid-19.

4. Haerudin (30) warga Subang, Jawa Barat, ditemukan tewas saat berada di Hotel Singosari, Semarang Selatan dalam kondisi positif Covid-19.

5. Pria berinisial S warga Bandarharjo meninggal positif Covid-19 di Hotel Jalan Bandarharjo, Semarang Utara. Korban meninggal saat isolasi mandiri.

6. Orang meninggal dunia di Depok, Kembangsari, Semarang Tengah. Meninggal saat menjalani isolasi mandiri.

7. Ditemukan orang meninggal dunia di Sendang Indah Barat, Muktiharjo Lor, Genuk dalam kondisi Covid-19.

8. Warga Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sardjono AS, ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Kelurahan Gayamsari, Gayamsari, Kota Semarang, dengan positif Covid-19.

Selanjutnya,Rizal Goenadi (77)  ditemukan tewas di belakang pos jaga palang pintu rel kereta api (KA)  Jalan Madukoro Raya, Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa (29/6/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui warga Lamper Lor, Semarang Selatan. Korban meninggal positif Covid-19 pada Selasa (29/6/2021). (alv)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved