URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Mungyeong dan Pj. Wali Kota Salatiga melakukan pertemuan dalam acara Welcome Dinner di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga. Kapal layar dari daur ulang sampah plastik yang diberikan oleh Pj. Wali Kota Salatiga menjadi sarana diplomasi untuk mempererat hubungan antara Kota Salatiga dan Mungyeong.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Mungyeong, Ucapkan “Terimakasih, matur nuwun” Saat Terima Kenang Kenangan Miniatur Kapal Layar Dari Bahan Sampah Plastik

Wali Kota Mungyeong, Ucapkan “Terimakasih, matur nuwun” Saat Terima Kenang Kenangan Miniatur Kapal Layar Dari Bahan Sampah Plastik

Wali Kota Mungyeong, Ucapkan “Terimakasih, matur nuwun” Saat Terima Kenang Kenangan Miniatur Kapal Layar Dari Bahan Sampah Plastik

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Pemkot Salatiga Kedatangan tamu Wali Kota Mungyeong, Korea Selatan, usai acara Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi memberikan kenang-kenangan sebuah kapal layar. Kapal layar yang diberikan sebagai salah satu sarana diplomasi itu berbahan baku daur ulang sampah plastik, yang dibeli Sinoeng dari Bank Sampah Induk (BSI) Salatiga.

Miniatur tersebut dipesan Sineong saat acara peringatan HPSN di Kecandran, Salatiga. Kala itu Sinoeng mengungkapkan rencananya untuk menjadikan kerajinan hasil karya BSI Salatiga sebagai masterpiece dan cindera mata tamu kenegaraan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Terimakasih, matur nuwun”. Itulah kalimat pertama yang diucapkan Wali Kota Mungyeong, Mr. Shin Hyunkook, atas sambutan yang dinilainya luar biasa oleh Pemerintah Kota Salatiga. Hyunkook menandaskan, keberadaannya dengan Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, sebagai saudara dua kepala daerah.

Hal itu disampaikan Mr. Shin Hyunkook dalam Welcome Dinner yang menyajikan salah satu kuliner khas Salatiga, Wedang Ronde, dari Pj. Wali Kota Salatiga kepadanya beserta Ketua DPRD Mungyeong dan rombongan di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Jumat, (03-3-2023) . Ia yakin, banyak potensi yang bisa dikolaborasikan bersama-sama oleh kedua belah pihak.

“Saya senang sekali, karena hari ini penyambutannya sangat luar biasa. Hari ini adalah hari yang paling menggembirakan dalam kehidupan saya. Kamsahamnida, saranghaeyo,” ucap Hyunkook.

Dalam sambutannya, Sinoeng mengungkapkan bahwa, untuk sampai di Kota Salatiga, Wali Kota Mungyeong beserta rombongan membutuhkan waktu delapan jam perjalanan udara. Namun demikan, ia meyakini bahwa pertemuan tersebut benar-benar sangat berarti, khususnya bagi Pemerintah Kota Salatiga.

“Inilah bagian dari sebuah upaya dan gerbang bagi kita untuk menciptakan masa depan yang lebih baik antara dua belah pihak, yakni Kota Salatiga dan Mungyeong dengan kerja sama yang dilandasi oleh ikatan bahwa, kolaborasi dan sinergi lintas batas antar negara memungkinkan untuk bekerjasama. Dan untuk awal kerja sama ini saya memilih dua hal, yakni sektor kesehatan dan sektor pendidikan,” tukas Sinoeng.

Dari pertemuan dua kepala daerah malam tersebut diharapkan akan berlanjut dengan presentasi tentang potensi-potensi yang ada di Kota Salatiga dan kemudian menuangkannya dalam bentuk MoU. Dengan harapan, kerja sama tersebut menjadi pemicu bagi untuk Pemerintah Kota Salatiga memajukan perekonomian, pelayanan publik serta sektor-sektor pemberdayaan masyarakat lainnya.

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga