URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kembali menggelar pasar murah Ramadan di Kecamatan Gayamsari untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri. Pasar murah ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dengan pembagian sembako.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Gelar Pasar Murah Ramadan untuk Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Wali Kota Semarang Gelar Pasar Murah Ramadan untuk Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Wali Kota Semarang Gelar Pasar Murah Ramadan untuk Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kembali menggelar pasar murah Ramadan di Kecamatan Gayamsari untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri. Pasar murah ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dengan pembagian sembako.
Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau pasar murah di Kecamatan Gayamsari, Senin (3/4/2023).
featured-img

Semarang – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Mbak Ita, kembali menggelar pasar murah Ramadan di Kecamatan Gayamsari sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Mbak Ita berharap warga dapat membeli barang secara standar dan tidak menumpuk atau membeli secara berlebihan. Pemerintah Kota Semarang telah menyediakan kebutuhan pangan melalui program “Pak Rahman” (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) yang akan bergilir di 16 kecamatan selama Ramadan.

“Harapannya selama bulan puasa ini jangan menumpuk barang, beli secukupnya, yang standar-lah,” ucapnya, Senin (3/4/2023).

Mbak Ita menjelaskan bahwa pasar murah ini adalah hasil kolaborasi dengan Bulog dan BUMP (Badan Usaha Milik Petani), yang telah melakukan transaksi langsung dengan petani di sekitar Semarang, bahkan dengan petani di Kebumen.

Dalam pasar murah “Pak Rahman”, warga dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar saat ini. Mbak Ita mencontohkan harga bawang merah di pasar sekitar Rp 34 ribu, sementara di Pasar Pak Rahman hanya seharga Rp 30 ribu.

Selain menggelar pasar murah, Pemerintah Kota Semarang juga menggelar pembagian sembako bagi warga yang tidak mampu di setiap pasar murah Pak Rahman.

“Ini sudah ke-5 kita mengadakan Pak Rahman di 5 kecamatan dan nantinya akan bergilir di 16 kecamatan selama Ramadan,” terang Mbak Ita.

Melalui roadshow pasar murah di 16 kecamatan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, yakni menekan inflasi, membantu masyarakat mendapatkan barang pokok yang harganya masih normal, bahkan lebih murah dari pasaran, serta mendongkrak perekonomian di setiap kecamatan.

Mbak Ita juga berkomunikasi dengan TNI/Polri untuk ikut mengawasi dan menjaga stabilitas pangan. Ia meminta masyarakat untuk tidak membeli kebutuhan secara berlebihan karena TNI/Polri akan membantu dalam mengawasi ketersediaan pangan.

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga