RASIKAFM.COM | UNGARAN — Seorang pemuda asal Dusun Pringapus, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia mengapung di kawasan Rawa Pening, Kamis (7/5/2026). Saat ditemukan, kaki korban terlilit tali yang terikat dengan sebuah aki mobil dan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Korban diketahui bernama Rian (18). Jenazah ditemukan di sekitar branjang atau keramba di sebelah timur Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa.
Salah seorang nelayan Desa Bejalen, Koko Qomarullah mengatakan, awalnya ia hendak mencari ikan di Rawa Pening sekitar pukul 08.30 WIB. Namun saat berada di kawasan muara, ia menerima informasi adanya penemuan jenazah mengapung di sekitar branjang.
“Setelah mendapat laporan, saya langsung menuju lokasi dan memang ada jenazah mengapung di depan branjang,” ujar Koko saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (7/5/2026).
Mengetahui adanya temuan tersebut, Koko kemudian menghubungi tim Inafis Polres Semarang untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi. Menurutnya, korban diketahui merupakan penyewa branjang sejak Selasa (5/5/2026). Namun sejak Selasa malam korban sudah tidak terlihat lagi di lokasi.
Koko mengaku tidak berani memastikan penyebab kematian korban. Meski demikian, saat proses evakuasi ditemukan sebuah aki mobil dan tabung gas 3 kilogram yang terikat di kaki korban sebagai pemberat.
“Indikasi bunuh diri atau apa saya tidak berani memastikan, karena posisi korban memang sendirian. Tapi setelah jenazah diangkat dari air memang ada aki dan tabung gas yang melilit di kaki korban,” jelasnya.
Evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB setelah petugas Inafis tiba di lokasi. Jarak lokasi penemuan dari dermaga menuju branjang diperkirakan sekitar 1,5 kilometer. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, pemilik branjang, Viktor Aji Pamungkas mengatakan korban menyewa branjang pada Selasa siang sekitar pukul 13.50 WIB dengan perjanjian akan kembali pada Rabu pagi. Saat itu korban sempat mengaku akan didatangi seorang teman pada Selasa pukul 18.00 WIB. Namun hingga malam hari, teman yang dimaksud tidak kunjung datang. Viktor mencoba menghubungi korban sekitar pukul 19.40 WIB, tetapi nomor telepon korban sudah tidak aktif.
“Besok paginya saya menyusul ke branjang tapi orangnya sudah tidak ada,” kata Viktor.
Ia menduga korban sempat pergi membawa aki dan tabung gas dari lokasi branjang. Bahkan awalnya Viktor mengira korban melakukan pencurian karena sebelumnya sempat ada informasi seseorang akan menyusul korban ke lokasi.
Pada Rabu malam, keluarga korban datang ke rumah Viktor untuk menanyakan keberadaan Rian. Keluarga menyebut korban sudah tidak pulang ke rumah selama hampir tiga hari.
“Keluarga bilang korban juga sempat memberi pesan agar menjaga ibunya,” ujarnya.
Keesokan harinya, pihak keluarga bersama warga berencana melakukan pencarian di sekitar Rawa Pening. Namun sebelum pencarian dilakukan, korban terlebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di sekitar branjang. (win)