RASIKAFM.COM | SALATIGA – Keterbatasan akses rehabilitas masih menjadi tantangan besar bagi pasien pasca stroke di Indonesia. Tidak sedikit pasien mengalami kesulitan untuk menjalani terapi secara rutin karena jarak, biaya, dan masalah keterbatasan tenaga medis.
Melihat tantangan tersebut mahasiswa Fakultas Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menciptakan solusi inovatif bernama “PhysioTrack: Smart Assistance for Stroke Therapy”. Sebuah smart assistance terapi pasca stroke yang bisa dilakukan di rumah namun tetap terukur, dan terpantau sesuai dengan arahan dokter atau terapis.
Inovasi yang dirancang oleh Gaezka Ardhika Putra, Adriel Fabian Suryoto, Benedictus Samuel, dan Bagus Satrio Wicaksono sukses meraih Juara 1 Best Team kategori mahasiswa dalam Kompetisi bergengsi Samsung Innovation Campus Batch 7. Mereka berhasil mengalahkan 8000 lebih peserta dan menyisihkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kampus bergengsi lainnya di Indonesia.
Berawal dari pengalaman pribadi salah seorang anggota tim, Bagus Satrio Wicaksono, ide ini lahir dan bisa menjadi alternatif pengobatan pasca stroke. Ayah Bagus Satrio sempat mengalami stroke dan perjuangannya menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit menginspirasinya menciptakan PhysioTrack.
Saat diwawancarai secara daring, baru-baru ini, Bagus Satrio Wicaksono menceritakan bahwa proses perancangan PhysioTrack tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan yaitu pembelajaran, diskusi mendalam, riset, perancangan teknologi, hingga penyempurnaan solusi secara berkelanjutan selama kurang lebih enam bulan.
“Kami melihat permasalah yang ada disekitar. Kemudian tim ini mulai brainstorming dan riset singkat untuk menentukan masalah yang sangat dibutuhkan masyarakat dan relevan. Lahirlah ide membuat PhysioTrack sebagai solusi untuk proses rehabilitas pasca stroke. Prototype ini sudah di uji coba kepada salah satu pasien pasca stroke yang ada di Salatiga,” ujarnya.
Adriel Fabian Suryoto menyampaikan bahwa inovasi yang mereka rancang menggunakan pendekatan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Melalui teknologi smart assistance ini setiap gerakan terapi dapat direkam, dianalisis, dan dipantau dari jarak jauh oleh tenaga medis sehingga akses terapi pasca stroke lebih mudah dilakukan.
“Karena kami mengikuti lomba, alat ini masih dalam bentuk prototype. PhysioTrack memiliki keunggulan mempermudah pasien untuk tetap menjalani rehabilitasi secara teratur dan mandiri di rumah tanpa kehilangan kontrol dari tim medis,” ungkap mahasiswa asal Salatiga ini.