URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kenaikan harga kedelai dan plastik kemasan sejak April 2026 menekan pelaku usaha tahu di Salatiga, seperti di Kutowinangun Kidul, yang harus menaikkan harga jual secara bertahap untuk bertahan, akibat lonjakan bahan baku hingga 30 persen yang dipicu faktor global dan nilai tukar rupiah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Plastik dan Kedelai Mahal, Harga Tahu di Salatiga Naik

Plastik dan Kedelai Mahal, Harga Tahu di Salatiga Naik

Plastik dan Kedelai Mahal, Harga Tahu di Salatiga Naik

Perajin tahu di Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, sedang memproduksi tahu, Kenaikan harga kedelai dan plastik membuat biaya produksi meningkat.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kenaikan harga bahan baku kedelai memukul pelaku usaha tahu maupun tempe di Kota Salatiga. Para pengusaha tahu kini harus berjuang keras bertahan di tengah lonjakan harga kedelai dibarengi harga plastik kemasan yang juga mengalami peningkatan.

Seperti di rumah produksi tahu sutera di Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, meski aktivitas produksi berjalan seperti biasa, para pelaku usaha menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga bahan baku utama.

Pengelola produksi tahu sutera, Emi Suryani mengatakan, lonjakan harga kedelai sangat berpengaruh bagi para pengrajin.

Harga kedelai yang semula berada pada angka Rp 9.000 perkilogram menjadi Rp 11.000 perkilogram. Nahasnya, narga komoditas kedelai naik berbarengan dengan harga plastik. Padahal, pengemasan tahu sutera selama ini menggunakan kotak kemasan plastik.

“Untuk packing, karena produksi kami tahu sutera, kami pakai tepak. Kenaikan harga tepak yang biasanya Rp 540 jadi Rp 750 pertepak. Juga diimbangi dengan kenaikan harga kedelai yang naiknya sangat tinggi sekali,” terang Emi, Senin (27/4/2026).

Di tengah kenaikan harga bahan baku, pihaknya memilih menaikkan harga jual secara bertahap agar tetap bisa bertahan.

Harga tahu putih yang sebelumnya Rp 9.500 perpack kini naik menjadi Rp 10.500 perpack. Sedangkan, tahu kuning dari Rp 10.000 perpack menjadi Rp11.000 perpack.

“Kalau mengurangi ukuran kami tidak berani, takut penjualan surut. Inisiatif kami menaikkan sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Diakuinya, pelanggan sempat terkejut dengan kenaikan harga. Penjualan juga sempat mengalami sedikit penurunan. Namun, ia tetap optimistis, masyarakat akan memahami kondisi yang sedang terjadi.

“Pelanggan kaget harganya mahal, tapi kami optimis masyarakat akan mengerti karena situasinya seperti ini,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah dapat turun tangan menangani lonjakan harga kedelai, misalnya dengan memberikan subsidi kedelai atau dukungan lain agar pelaku usaha tahu tetap bisa bertahan dan berproduksi.

Sementara itu, Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu (Puskopti) Jateng, Sutrisno Supriantoro mengatakan, dampak kenaikan harga kedelai dirasakan hampir seluruh pengrajin tahu dan tempe di Jawa Tengah. Pasalnya, lonjakan mencapai 30 persen.

“Itu keresahan luar biasa. Dari Rp 9.000 sekarang mencapai Rp 11.500 perkilogram. Itu di Jawa. Di luar Jawa sampai Rp 13.000,” ungkapnya.

Ia menilai, kenaikan harga ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya penguatan nilai dolar AS terhadap rupiah dan dampak perang internasional yang turut memengaruhi rantai pasok kedelai impor.

Sutrisno mengungkapkan, sejumlah produsen di beberapa daerah mulai gulung tikar akibat tingginya biaya produksi dan menurunnya daya beli masyarakat, diantaranya dilaporkan terjadi di Kabupaten Blora.

Ia meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata dalam tata niaga kedelai nasional, termasuk melalui peran aktif Bulog dalam impor kedelai.

“Selama ini, pemerintah tidak cawe-cawe, diserahkan murni ke swasta. Kami harap ada upaya pemerintah melalui Bulog mengimpor kedelai sendiri. Sehingga, harga tidak semena-mena Kasihan pengrajin tahu tempe,” tukasnya.

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta