URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 200 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang menerima sertifikat halal secara gratis melalui fasilitasi dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Walisongo Halal Center (WHC) UIN Walisongo Semarang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan bahwa sertifikasi halal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Semarang, dengan harapan produk UMKM dapat semakin berkembang dan diakui oleh masyarakat luas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

200 Pelaku UMKM di Kabupaten Semarang Terima Sertifikat Halal Gratis

200 Pelaku UMKM di Kabupaten Semarang Terima Sertifikat Halal Gratis

200 Pelaku UMKM di Kabupaten Semarang Terima Sertifikat Halal Gratis

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan secara simbolis sertifikat halal kepada pelaku UMKM di kompleks PLUT, Tuntang, Kamis (28/12/2023).

Foto: Diskominfo Kab. Semarang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan secara simbolis sertifikat halal kepada pelaku UMKM di kompleks PLUT, Tuntang, Kamis (28/12/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 200 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang menerima sertifikat halal secara gratis. Sertifikasi ini difasilitasi oleh Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Walisongo Halal Center (WHC) UIN Walisongo Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan, sertifikasi halal ini dimaksudkan untuk membantu pengembangan UMKM yang ada di Kabupaten Semarang.

“Harapannya, dengan jaminan halal ini produk UMKM semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Ngesti dalam acara penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM di kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (28/12/2023).

Ngesti juga mengapresiasi atas cepatnya proses sertifikasi halal ini. Jika biasanya bisa membutuhkan waktu hingga tiga bulan, namun kali ini cukup dalam waktu satu bulan saja.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada WHC UIN Walisongo Semarang. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik demi pengembangan dunia UMKM,” harapnya.

Sementara Direktur WHC UIN Walisongo Semarang Malikhatul Hidayah menyampaikan, sebagai lembaga terkemuka dalam studi dan penelitian halal, WHC UIN Walisongo berkomitmen untuk berkontribusi dalam industri halal global dengan berbagi keahlian dan pengetahuannya.

“Tujuan kami adalah untuk berkontribusi dalam pengembangan standar halal global yang mempromosikan integritas, transparansi, dan pengakuan saling-menyaling,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Jakarta, 20–23 Agustus. Capaian tersebut meningkat Rp1,93 miliar dibandingkan 2025, didorong perluasan produk terkurasi serta peluang kerja sama bisnis dengan pasar domestik dan mancanegara.
UMKM Jawa Tengah Mencatatkan Peningkatan Omzet Dalam KKI 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan