URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kepolisian Resor Semarang mengungkap kematian seorang pria berusia 59 tahun di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, merupakan akibat penganiayaan setelah hasil autopsi dari proses ekshumasi menemukan luka benda tumpul dan retak pada tulang tengkorak korban. Polisi menetapkan seorang pria berusia sekitar 20 tahun sebagai tersangka setelah keluarga melaporkan dugaan penganiayaan yang terjadi pada 21 Juni 2026.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kuburan Dibongkar, Fakta Terungkap: Pria di Semarang Tewas Usai Dianiaya Pacar Anaknya

Kuburan Dibongkar, Fakta Terungkap: Pria di Semarang Tewas Usai Dianiaya Pacar Anaknya

Kuburan Dibongkar, Fakta Terungkap: Pria di Semarang Tewas Usai Dianiaya Pacar Anaknya

Biddokkes Polda Jateng melaksanakan ekshumasi (pembongkaran) makam seorang warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang diduga merupakan korban penganiayaan, Selasa (30/6/2026). Foto: IST/ dok. warga
Biddokkes Polda Jateng melaksanakan ekshumasi (pembongkaran) makam seorang warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang diduga merupakan korban penganiayaan, Selasa (30/6/2026). Foto: IST/ dok. warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus kematian seorang pria berusia 59 tahun di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang semula diduga meninggal secara alami, akhirnya terungkap sebagai tindak pidana penganiayaan yang berujung maut. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wringinputih pada Selasa (30/6/2026). Hasil autopsi menemukan adanya luka akibat benda tumpul di bagian kepala serta retak pada tulang tengkorak korban.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, korban sebelumnya telah dimakamkan pada Rabu (24/6/2026) malam setelah keluarga mengira korban meninggal secara alami.

“Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (21/6/2026). Korban dipukul oleh pelaku di bagian kepala sebanyak tiga kali menggunakan tangan kosong,” kata Bodia saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian korban sedang berkumpul bersama teman-temannya tak jauh dari rumahnya. Pelaku kemudian datang dan terlibat cekcok mulut dengan korban hingga berujung pemukulan. Setelah dianiaya, korban masih sempat berobat ke rumah sakit pada Senin (22/6/2026). Namun kepada dokter, korban mengaku mengalami cedera akibat terjatuh sehingga hanya diberikan obat pereda nyeri tanpa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti rontgen.

“Keesokan harinya, korban kembali berobat ke rumah sakit lain karena rasa sakit tidak kunjung berkurang. Saat itu korban kembali hanya mendapatkan obat penghilang rasa nyeri,” lanjutnya.

Kondisi korban terus memburuk hingga pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB korban sempoyongan di rumah, terjatuh, dan tidak sadarkan diri. Keluarga yang mengira korban meninggal secara wajar kemudian langsung memakamkannya pada malam harinya. Kasus tersebut mulai terungkap setelah salah satu perwakilan keluarga melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Semarang pada Jumat (26/6/2026).

“Atas dasar laporan keluarga dan fakta-fakta adanya pemukulan, kami mengajukan permohonan ekshumasi kepada Biddokkes Polda Jawa Tengah melalui Dokpol untuk dilakukan autopsi,” ungkap Bodia.

Hasil autopsi memastikan adanya luka akibat benturan benda tumpul di kepala yang menyebabkan retaknya tulang tengkorak korban. Dari penyelidikan dan gelar perkara, polisi menetapkan seorang pria berusia sekitar 20-an tahun sebagai tersangka. Pelaku diketahui merupakan teman dekat anak korban.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan hari ini juga kami lakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” katanya.

Menurut keterangan keluarga, tersangka diduga menyimpan rasa sakit hati terhadap korban sehingga nekat melakukan penganiayaan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Polisi masih terus mendalami motif dan melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut. (win)

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Satresnarkoba Polres Salatiga mengamankan HM (28) di kawasan Mangunsari, Sidomukti, Sabtu (15/8/2026), setelah menerima informasi dugaan transaksi obat keras. Polisi menemukan 2.370 tablet putih berlogo “Y”, telepon genggam, dan plastik klip. HM diduga berperan sebagai pengedar dan kini menjalani penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Satresnarkoba Polres Salatiga Tangkap Pengedar 2.370 Pil Yarindu, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Polres Semarang mengungkap motif ekonomi dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone Ambarawa, Candra Waskito (25), pada Kamis (6/8/2026). Dua tersangka, TI (25) dan DPP (20), diduga menganiaya korban untuk menguasai telepon genggam dan barang berharga. Setelah korban tewas, kepanikan membuat keduanya meninggalkan mobil Honda Jazz berisi 53 ponsel di Grobogan, sementara polisi masih mencari sejumlah barang bukti yang dibuang.
Perampokan Royal Phone Murni Motif Ekonomi, Isu Keterlibatan Pacar Tersangka Tak Terbukti
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menggagalkan penyelundupan sabu menggunakan bus antarkota dengan menangkap kondektur berinisial DM (38) di Gerbang Tol Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026). Polisi menyita 3,77 gram sabu yang disembunyikan dalam botol permen dan kini memburu pemasok berinisial A yang diduga memasok narkotika untuk diedarkan di wilayah Jawa Tengah.
Sabu Disembunyikan di Botol Permen, Kondektur Bus Antarkota Ditangkap di Gerbang Tol Banyumanik

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara