URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polda Jawa Tengah mulai menyelidiki penyebab krisis pasokan sapi di Kota Salatiga yang memicu pedagang daging mogok berjualan selama lima hari. Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Muhammad Solikhin Fery menyatakan, Jumat (26/6/2026), pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan instansi terkait untuk mengusut kemungkinan penimbunan atau permainan harga, sekaligus memastikan kelangkaan murni akibat pasokan yang menurun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga

Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga

Polisi Selidiki Penyebab Kelangkaan Daging Sapi di Salatiga

AKBP Muhammad Solikhin Fery
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Krisis pasokan sapi yang membuat pedagang daging di Kota Salatiga mogok berjualan selama lima hari kini mendapat perhatian aparat kepolisian. Di tengah keluhan pedagang dan pelaku usaha kuliner yang mulai kesulitan memperoleh bahan baku, Polda Jawa Tengah membuka kemungkinan menyelidiki adanya praktik penimbunan maupun permainan harga.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng melalui Subdit 1 Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polres Salatiga untuk memetakan akar persoalan yang menyebabkan pasokan daging sapi tersendat.

Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Muhammad Solikhin Fery, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah memitigasi penyebab kelangkaan dan lonjakan harga daging sapi yang terjadi di Salatiga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Polres Salatiga melalui Kasatreskrim selaku Kasatgas di daerah. Mereka sudah melakukan langkah-langkah antisipasi bersama stakeholder terkait,” kata Fery.

Menurut dia, upaya tersebut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, hingga Dinas Perdagangan.

Pihaknya akan menelusuri apakah kelangkaan yang terjadi murni disebabkan berkurangnya pasokan atau terdapat faktor lain yang memengaruhi distribusi dan harga di lapangan.

“Tentunya kita akan melakukan mitigasi dulu penyebabnya apa dan apakah ada penimbunan serta permainan yang nantinya akan dilakukan pengambilan sikap atau tindakan sesuai porsinya,” ujar Fery.

Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, aparat akan menempuh langkah bertahap mulai dari peringatan hingga penegakan hukum.

“Akan dilakukan nantinya teguran secara administrasi atau bisa langsung mengedepankan aspek-aspek pidana. Tetapi yang pasti kami selalu mengedepankan upaya-upaya peringatan terlebih dahulu, kemudian teguran tertulis, dan penegakan hukum menjadi langkah terakhir,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dampak krisis pasokan sapi di Salatiga mulai dirasakan lebih luas. Tidak hanya pedagang daging yang menghentikan aktivitas jual beli, sejumlah pelaku usaha kuliner berbahan baku daging sapi juga mulai kesulitan mempertahankan operasional.

Dalam pertemuan antara pedagang daging, pelaku usaha kuliner, dan Dinas Perdagangan Kota Salatiga di Los Daging Sapi Pasar Raya I Salatiga, Rabu (24/6/2026), para pelaku usaha mengungkapkan stok daging yang semakin menipis.

Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Rukun Santoso Kota Salatiga, Warno, mengatakan beberapa pedagang bakso terpaksa menghentikan produksi karena tidak lagi memperoleh pasokan daging.

“Kami sangat terdampak. Biasanya setiap hari membutuhkan daging dalam jumlah tertentu untuk produksi bakso, tetapi sekarang sulit mendapatkan barang. Stok yang ada sudah habis sehingga ada yang terpaksa tidak berjualan, padahal mempunyai 20 karyawan,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami sejumlah rumah makan Padang. Beberapa pelaku usaha mengaku terpaksa menghapus menu berbahan dasar daging sapi, termasuk rendang, karena bahan baku tidak tersedia.

Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Kota Salatiga, Apri, menuturkan aksi mogok dilakukan karena pasokan sapi potong dari daerah pemasok terus menurun, sementara harga pembelian sapi mengalami kenaikan signifikan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menjaga harga jual dan berpotensi mengalami kerugian jika tetap berjualan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, mengatakan pemerintah daerah telah meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencarikan daerah pemasok yang memiliki surplus sapi.

“Salatiga tidak dapat mencukupi kebutuhan sapi secara mandiri. Karena itu kami mengusulkan kepada provinsi agar daerah-daerah penghasil sapi yang memiliki stok lebih dapat membantu memasok kebutuhan ke Salatiga,” kata Agung.

Pemerintah berharap distribusi sapi dapat kembali normal dalam waktu dekat. Sebab, jika krisis pasokan berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya mengganggu perdagangan dan usaha kuliner, tetapi juga berimbas langsung kepada konsumen.

BACA JUGA :

Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali