URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang akan menata kawasan Gembol di Bawen dan Tegal Panas di Bergas melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Penataan dilakukan untuk mengubah kawasan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan masjid di Gembol serta penyusunan konsep pemanfaatan lahan Tegal Panas dengan memperhatikan mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang segera melakukan penataan kawasan Gembol yang ada di Kelurahan Bawen dan Tegal Panas di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas. Langkah tersebut akan diawali dengan rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, rapat koordinasi tersebut digelar untuk menghimpun berbagai masukan sebelum menentukan langkah terbaik dan tercepat dalam penataan kedua kawasan tersebut.

“Terkait rencana penataan kawasan Gembol dan Tegal Panas, kami akan segera melakukan rapat koordinasi lintas sektoral. Baik dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama maupun organisasi kemasyarakatan. Nanti akan kita diskusikan bersama untuk merumuskan langkah yang terbaik,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (19/6/2026).

Untuk kawasan Gembol, Pemkab Semarang berencana membeli lahan yang ada di lokasi tersebut. Setelah proses pembelian selesai, lahan itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan masjid.

“Masukan dari beberapa tokoh masyarakat, di kawasan itu belum ada tempat ibadah berupa masjid. Karena itu rencananya akan kita bangun masjid di sana,” katanya.

Sementara untuk kawasan Tegal Panas, Pemkab Semarang masih akan merumuskan konsep pemanfaatan lahan karena luas areanya cukup besar. Berbagai opsi akan dibahas bersama seluruh pihak terkait sebelum keputusan diambil.

“Tegal Panas ini tanahnya cukup luas, sehingga perlu dirumuskan bersama terkait mekanisme dan pemanfaatan yang terbaik. Kami minta saran dan masukan dari semua pihak terlebih dahulu,” jelasnya.

Terkait warga yang masih menempati kawasan tersebut, Ngesti memastikan akan ada mekanisme ganti rugi apabila lahan dibeli oleh pemerintah daerah.

“Kalau tanahnya dibeli pemerintah daerah, otomatis warga akan mendapatkan ganti rugi. Harapannya bisa digunakan untuk usaha dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut bertujuan mengubah aktivitas yang selama ini dinilai berdampak negatif menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang terpenting, hal-hal yang sifatnya negatif nantinya bisa menjadi positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun ini membuat warga bergantung pada bantuan droping air, sementara pemerintah dusun terus berupaya mencari solusi permanen melalui pengeboran sumur bersama pemerintah dan BNPB.
870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak 2
Sempat Hilang Sepekan, Remaja Asal Sukabumi Ditemukan Selamat di Demak
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved