URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Tanah longsor menerjang Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (16/2/2026), akibat hujan deras. Warga terdampak dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha meninjau lokasi untuk percepatan penanganan. Pemkab melalui DPU dan BPBD memperbaiki talud, jalan, irigasi, serta menyalurkan bantuan guna mencegah risiko lanjutan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hujan Deras Picu Longsor di Lerep, Irigasi Jebol dan Rumah Warga Tertimbun Lumpur

Hujan Deras Picu Longsor di Lerep, Irigasi Jebol dan Rumah Warga Tertimbun Lumpur

Hujan Deras Picu Longsor di Lerep, Irigasi Jebol dan Rumah Warga Tertimbun Lumpur

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kepala Pelaksana BPBD Alexander Gunawan, Kapolsek Ungaran Kompol Sugiyarta dan Kepala Desa Lerep Sumaryadi meninjau talud retak di Dusun Indrokilo, Senin (16/2/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Kepala Pelaksana BPBD Alexander Gunawan, Kapolsek Ungaran Kompol Sugiyarta dan Kepala Desa Lerep Sumaryadi meninjau talud retak di Dusun Indrokilo, Senin (16/2/2026). Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ungaran dalam beberapa hari terakhir memicu tanah longsor di Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Longsoran tebing menimpa halaman rumah warga hingga material lumpur memenuhi rumah yang berada di bawahnya.

Selain menimbun rumah, longsor juga menyebabkan talud pembatas jurang dan badan jalan di Indrokilo mengalami retak-retak. Untuk mengantisipasi bahaya bagi pengguna jalan, talud dan jalan tersebut sementara ditutup menggunakan terpal.

Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, mengatakan selain longsor yang terlihat, terdapat pula dampak lain yang tersembunyi dan belum dilaporkan secara detail. Ia menyebut dua titik saluran irigasi terdampak dan bendung jebol total akibat terjangan air.

“Ada dua titik saluran irigasi. Ini nanti menjadi pekerjaan rumah saat musim kemarau karena saluran itu menyuplai lumbung pangan Desa Lerep, mengairi sekitar 30 hektare sawah. Hari ini bendungnya jebol total, sehingga untuk ketahanan pangan harus segera ditangani,” ujarnya saat meninjau lokasi longsor, Senin (16/2/2026).

Tak hanya itu, jaringan air bersih di Dusun Lerep juga terdampak. Beberapa meter pipa hanyut terbawa arus, meski lokasinya berada di titik yang tersembunyi.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang turut meninjau langsung lokasi longsor di Indrokilo, menyampaikan penanganan akan dilakukan bertahap sesuai kewenangan dan kondisi kerusakan.

“Hari ini kami bersama-sama meninjau tanah longsor di pinggir jalan ini, termasuk tanah milik Ibu Murah yang mendekati rumah. Jalan ini harus kita tata dan lebarkan. Talud di tengah nanti akan kita bangun setinggi sekitar dua meter agar lebih kuat dan tidak longsor lagi,” jelasnya.

Menurutnya, penanganan talud dan jalan kabupaten akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sementara untuk longsor di samping rumah warga yang terdampak cukup parah, Pemkab Semarang melalui BPBD mengalokasikan bantuan dana sosial sebesar Rp15 juta untuk pembelian material bangunan.

“Nanti dibelanjakan lewat Kepala Desa. Kalau kurang, kita gotong royong. Ini harus penanganan cepat karena anggaran tidak terlalu besar. Kalau yang besar akan kita usulkan ke provinsi,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain di Indrokilo Desa Lerep, longsor juga terjadi di Desa Nyatnyono yang merupakan jalan kabupaten, serta di Kecamatan Sumowono. Sementara kerusakan jembatan putus dan longsor di Perumahan Delta, Leyangan, akan ditangani pemerintah provinsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyatakan pihaknya melakukan pemantauan menyeluruh dengan melibatkan TNI, Polri, relawan, serta pemerintah kecamatan.

“Hujan terlalu berlebihan dan masih terus terjadi. Setiap ada kejadian, kami langsung gerakkan personel. Kekuatan kami full, tidak ada yang hanya piket atau on call, semuanya siap,” katanya.

Ia mengungkapkan, hingga tadi malam tercatat sedikitnya 17 kejadian bencana di Kabupaten Semarang, meliputi tanah longsor, limpasan air sungai yang masuk ke rumah warga, serta kerusakan jalan dan tebing di sejumlah perumahan. (win)

BACA JUGA :

Warga Dusun Gading, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengeluhkan dugaan pencemaran Kali Serang yang terjadi selama tiga hari terakhir hingga menyebabkan ikan lokal mati, air menimbulkan rasa gatal, dan bau menyengat tercium sampai permukiman warga, Selasa (19/5/2026). Warga bersama karang taruna menyisir aliran sungai sejauh sekitar 10 kilometer untuk menelusuri sumber limbah yang diduga dibuang pada waktu tertentu.
Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Ikan Dewa di Kali Serang Tengaran Mati
Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di jalur penyelamat Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (19/5/2026) malam. Insiden diduga dipicu gangguan pengereman pada kedua kendaraan hingga menyebabkan benturan di jalur penyelamat dan mengakibatkan tiga orang mengalami luka, satu di antaranya luka berat.
Rem Blong, Dua Truk Tabrakan di Jalur Penyelamat JLS Salatiga
Seorang pria berinisial Ng (47), warga Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar kosnya di Kampung Grogol, Selasa (19/5/2026). Polisi dan petugas medis yang menerima laporan keluarga langsung melakukan pemeriksaan di lokasi dan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri
Seorang mahasiswi berinisial SGM (18), warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, diduga mencoba bunuh diri di rumahnya pada Senin (18/5/2026) dini hari. Petugas Polres Semarang dan Polsek Ungaran Barat yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan korban untuk penanganan lebih lanjut.
Diduga Dipicu Masalah Asmara, Mahasiswi di Ungaran Barat Coba Bunuh Diri

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Sehari Jelang Idul Adha, Gerindra Salatiga Salurkan Hewan Kurban ke PAC dan Ranting
Sehari Jelang Idul Adha, Gerindra Salatiga Salurkan Hewan Kurban ke PAC dan Ranting
DPC Partai Gerindra Kota Salatiga menyalurkan 33 hewan kurban berupa satu ekor sapi dan 32 kambing kepada PAC dan ranting di empat kecamatan pada Selasa (26/5/2026). Bantuan dari Sekjen Gerindra Sugiono...
27 Mei 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 15.00–17
27 Mei 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 15.00–17.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter di Pesisir Jawa Tengah
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang dan pesisir Jawa Tengah terjadi pada Rabu (27/5/2026) pukul 15.00–17.00 WIB dengan tinggi muka...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 27 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Suhu udara di Semarang berkisar 27–34 derajat Celsius dengan kelembapan 55–90 persen, sementara hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi secara lokal di daerah pegunungan, dataran tinggi, dan sebagian wilayah selatan Kota Semarang pada sore hingga awal malam.
27 Mei 2026: BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan Dominasi Semarang dan Jawa Tengah, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Wilayah Pegunungan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 27 Mei 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang...
GIIAS The Series 2026 Dibuka di Jakarta, Lanjut Keliling Lima Kota Besar
GIIAS The Series 2026 Dibuka di Jakarta, Lanjut Keliling Lima Kota Besar
GAIKINDO kembali menggelar GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada 29 Juli–9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, sebagai upaya mendorong pertumbuhan industri otomotif...
Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental berbobot 1,48 ton senilai sekitar Rp103 juta itu dipilih karena memenuhi standar kesehatan dan diberikan kepada wilayah yang belum pernah menerima bantuan serupa serta sempat terdampak bencana alam.
Sapi Berbobot 1,48 Ton dari Presiden Prabowo Disalurkan bagi Warga Duren Sumowono
Bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto diserahkan Bupati Ngesti Nugraha kepada warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (26/5/2026). Sapi jenis simental...
Muat Lebih

POPULER

Grup hadroh modern Ukhti Salam Bernada (USB) yang beranggotakan 17 pensiunan pejabat Pemerintah Kota Salatiga tampil memukau dalam acara Patlikuran di rumah dinas wali kota, Sabtu (23/5/2026). Dibentuk pada Februari 2026 sebagai wadah silaturahmi dan berkarya, grup ini memadukan rebana dengan alat musik modern serta telah menerima sejumlah undangan pentas di berbagai daerah sekitar Salatiga.
Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota
Seorang pengendara sepeda motor nekat memasuki Ruas Tol Batang–Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman, Jumat siang (15/5/2026). Petugas PT Jasamarga Semarang Batang bersama patroli jalan tol melakukan pengejaran hingga pengendara berhasil diamankan di sekitar KM 353 A untuk diberikan pembinaan dan edukasi keselamatan.
Motor Nyelonong Masuk Tol Semarang-Batang, Pengendara Mengaku Tak Sadar Sudah di Jalan Bebas Hambatan
Komunitas Kridha Beksa Wandawa menggelar kelas Tari Klasik Gaya Surakarta di Pendopo Bung Karno, Salatiga, Minggu (24/5/2026), sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di tengah modernisasi. Kegiatan yang awalnya menargetkan 30 peserta ini diikuti 62 orang berusia 12 hingga 62 tahun, yang belajar Tari Golek Sri Rejeki untuk mengenal, menjaga, dan mewariskan seni tradisi kepada generasi masa kini.
Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak