Komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan Rupiah kembali diwujudkan melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026 yang digelar pada 8–11 Mei 2026. Bersama TNI Angkatan Laut melalui Lanal Semarang, Bank Indonesia berlayar menggunakan KRI Hiu menuju wilayah kepulauan untuk memastikan Rupiah hadir hingga pelosok negeri.
Program ini menjadi simbol nyata kehadiran negara di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), khususnya di Kepulauan Karimunjawa. Tak sekadar membawa uang layak edar, ekspedisi ini juga membawa pesan bahwa Rupiah adalah simbol kedaulatan yang harus dijaga bersama.
Selama empat hari, tim ERB akan menjangkau lima desa dan dusun di empat pulau, yakni Desa Karimunjawa, Desa Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. Kehadiran layanan kas Bank Indonesia diharapkan mempermudah masyarakat kepulauan memperoleh uang Rupiah dalam kondisi layak untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Tak hanya itu, masyarakat juga mendapat edukasi tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, mulai dari cara mengenali uang asli, merawat uang, hingga memahami pentingnya Rupiah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui ERB Karimunjawa 2026, Bank Indonesia menegaskan bahwa menjaga Rupiah bukan hanya soal uang, tetapi juga menjaga kedaulatan Indonesia hingga ke pulau-pulau terluar.