URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kampung Tanaman Hias Nobo Tengah Mampu Hasilkan Rupiah di Era Pandemi

Kampung Tanaman Hias Nobo Tengah Mampu Hasilkan Rupiah di Era Pandemi

Kampung Tanaman Hias Nobo Tengah Mampu Hasilkan Rupiah di Era Pandemi

featured-img

Budi Santoso pembina Nobo Remboko saat memberikan keteranggan kepada wartawan tentang potensi berjualan bunga

RASIKAFM – Ada warga yang sengaja memajang tanaman hias itu untuk sekadar mempercantik teras rumah. Namun, ada juga yang berinisiatif untuk membudidayakan tanaman tersebut guna memenuhi permintaan pelanggan.

Salah satunya adalah Marjuki. Sejak enam bulan terakhir, Marjuki giat membudidayakan berbagai tanaman hias. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan pasca-dirumahkan dari pabrik tempatnya bekerja akibat pandemi Covid-19.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=22kLhzSPYLs[/embedyt]

“Daripada nganggur, enggak ada kerjaan, akhirnya saya merintis usaha jual beli tanaman. Lumayan, hasilnya bisa buat tambahan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Marjuki saat dijumpai rasikafm.com di kampungnya, jumat 12 maret pagi.
Ternyata Marjuki tidak sendirian membudidayakan tanaman hias. Di Kampung Nobo Tengah, Kelurahan Noborejo, Argomulyo, Salatiga, ada sekitar 32 kepala keluarga yang menggeluti usaha serupa. Selain karena terdampak pandemi, warga tergiur membudidayakan tanaman hias karena tergiur omzet yang lumayan. Terlebih lagi, bisnis jual beli tanaman hias saat ini tengah booming.

Warga pun saling bahu membahu dalam membudidayakan tanaman hias. Akhirnya, mereka pun membentuk sebuah paguyuban bertajuk Nobo Remboko.

“Melalui komunitas ini kita bisa saling bantu dalam membudidayakan tanaman hias. Jadi kami mulai merintis usaha dan menjadikan kampung ini sebagai kampung tanaman hias,” ujar pria yang juga Ketua Nobo Ngremboko itu.

Dilain pihak Pembina Nobo Remboko, Budi Santoso, menilai Kampung Tanaman Hias yang dicanangkan di Nobo Tengah, Salatiga, saat ini masih dalam fase berkembang karena baru dirintis enam bulan lalu.

“Jadi saat ini belum banyak yang bisa dijual karena masih fokus memperbanyak varian. Tapi, kalau sudah jadi tentu prospeknya sangat bagus bagi warga,” tutur Budi.a

Budi mengaku sudah menggeluti bisnis tanaman hias sejak 2005 silam. Dari bisnis itu, ia pun sanggup meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Ia membudidayakan berbagai jenis tanaman hias mulai dari varigata, aglonema, syngonium, philodendron, hingga keladi. Harga jualnya pun bervariatif, mulai dari Rp15.000 hingga Rp25 juta.

“Bunga itu dihargai mahal karena beberapa faktor. Mulai dari penataan bunganya, karakter bunga, kesehatan, serta prestasi saat mengikuti kontes,” terangnya. (rief)

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026