KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Warga Sendangguwo Semarang Ditemukan Meninggal Digembok di Kamarnya

Warga Sendangguwo Semarang Ditemukan Meninggal Digembok di Kamarnya

Warga Sendangguwo Semarang Ditemukan Meninggal Digembok di Kamarnya

SEMARANG – Seorang perempuan warga Sendangguwo Selatan 1 RT 12 RW 9, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang Kota Semarang ditemukan meninggal dunia pada Minggu (23/10/2022).

Korban yang diketahui bernama Lian ini ditemukan tak bernyawa dalam keadaan telentang dengan wajah tertutup bantal di dalam kamarnya. Korban berusia sekitar 23 tahun ini saat meninggal, rumahnya dalam keadaan terkunci gembok.[irp posts=”44269″ name=”Penyebab Meninggalnya Warga Sendangguwo Semarang Diduga Karena KDRT”]

Tetangga depan rumah korban, Pipit mengatakan, dirinya mengetahui kejadian tersebut ketika Bhabinsa dan Ketua RT setempat mendatangi rumah korban untuk memeriksa keadaan korban pukul 08.00 WIB. Ia menerangkan, pemeriksaan tersebut dilakukan setelah mendapat kabar tak wajarnya penyebab korban meninggal dunia.

“Saya taunya malah pas Pak RT sama Bhabinsa naik (datang) ke rumah korban. Sejak itu baru saya tau kalau ada yang meninggal, sebelumnya nggak ada yang tau,” ujar Pipit di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, dirinya tak mengetahui secara persis kondisi ibu beranak satu tersebut ketika meninggal dunia. Sebab, dirinya tak diperbolehkan masuk ketika kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kalau kondisi korban saya kurang tahu karena pintunya tertutup. Terus sama pak Bhabinsa tidak diperbolehkan masuk. Penyebab meninggalnya saya juga kurang tahu,” terangnya.

Dalam pantauan, sekira pukul 11.00 WIB, kepolisian selesai melakukan olah TKP dan jenazah korban langsung dibawa ke RSUP Kariadi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa barang yang diduga sebagai alat bukti seperti seprei, bantal, guling dan pakaian diamankan oleh kepolisian untuk dilakukan pendalaman.

Saat ini, kejadian meninggalnya korban tersebut tengah ditangani oleh kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Semarang dan Polsek Tembalang.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]