[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang merilis ciri-ciri mayat tergantung di Wana Wisata Curug Semirang yang ditemukan pada Sabtu lalu, agar dapat mengungkap identitasnya dan penyebab kematiannya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi Ungkap Ciri Mayat Tergantung di Wana Wisata Curug Semirang

Polisi Ungkap Ciri Mayat Tergantung di Wana Wisata Curug Semirang

Polisi Ungkap Ciri Mayat Tergantung di Wana Wisata Curug Semirang

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Polres Semarang merilis ciri-ciri mayat tergantung di Wana Wisata Curug Semirang yang ditemukan pada Sabtu (25/2/2023) lalu. Hal itu untuk mengungkap identitas mayat tersebut agar ada titik terang mengenai penyebab kematiannya.

Dalam keterangannya, Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menyampaikan hasil autopsi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Semarang dipastikan jenis kelamin mayat adalah laki-laki.[irp posts=”59440″ ]

“Usia sekitar 30 tahun dengan tinggi badan diperkirakan 161 cm,” ungkapnya di Mapolres Semarang, Kamis (2/3/2023).

Dijelaskan Kapolres, beberapa barang lain yang ditemukan di lokasi kejadian antara lain kaos berwarna hijau polos tanpa merek, jaket warna hitam merk Harvianal berukuran M, celana jeans merk Regio, topi berwarna abu-abu dengan emblem bertuliskan Something, sepatu gunung warna cokelat bermerek Ardilles, dan celana pendek warna hitam bermerek Authentic Denim.

“Kepada masyarakat baik dalam maupun luar Kabupaten Semarang yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut silakan datang ke Polres Semarang,” jelasnya.

Sebagai informasi, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan dalam posisi tergantung pada sebuah pohon di kawasan Wana Wisata Curug Semirang oleh seorang warga Desa Gogik saat hendak mencari bakal bonsai pada Sabtu (25/2/2023).

Kondisi mayat saat ditemukan sudah rusak dan sebagian tubuhnya hanya tersisa kerangka, sehingga diperkirakan mayat sudah lebih dari 1 bulan sebelum akhirnya ditemukan.

Petugas baru melakukan evakuasi mayat tersebut pada Selasa (28/2/2023) kemarin karena pertimbangan banyaknya pengunjung pada akhir pekan dan juga faktor cuaca yang tidak mendukung. (win)

 

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px