KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sunardi, Asal Desa Muncar, Tekuni Pembuatan Kerajinan Kuda Lumping Sampai Sekarang

Sunardi, Asal Desa Muncar, Tekuni Pembuatan Kerajinan Kuda Lumping Sampai Sekarang

Sunardi, Asal Desa Muncar, Tekuni Pembuatan Kerajinan Kuda Lumping Sampai Sekarang

Tradisi permainan reog dan kuda lumping yang masih dipertahankan kelestariannya di Dusun Dukuhsari, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Meskipun di tengah kemajuan teknologi dan informasi, sebagian besar pemain reog yang tergabung dalam kelompok Langen Turonggo Kartiko Sari masih mempertahankan tradisi ini. Mereka tidak hanya bermain reog, tetapi juga mahir membuat kerajinan kuda lumping.
Foto: Arief RASIKA
Sunardi, saat membuat kuda lumping dijual mulai harga Rp200.000 hingga siap untuk pentas dibanderol Rp750.000.

[@]Tradisi permainan reog dan kuda lumping di Dusun Dukuhsari, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang masih dipertahankan kelestariannya meskipun di tengah kemajuan teknologi dan informasi.

Hal itu terlihat dari sebagian besar pemain reog yang tergabung dalam kelompok Langen Turonggo Kartiko Sari. Selain bermain reog, mereka juga mahir membuat kerajinan kuda lumping.

Pembina Kelompok Reog Turonggo Kartiko Sari, Sunardi, mengaku telah memproduksi kuda lumping secara mandiri sejak tahun 1990-an. Berawal dari niat menghidupkan kembali kesenian reog di dusunnya yang sempat vakum.

“Pada waktu itu saya jadi pamong di sini, sudah ada kesenian kuda lumping. Tapi sudah macet berpuluh-puluh tahun. Saya hidupkan kembali, saya tidak tahu prosesnya membuat kuda lumping. Tapi orang-orang tua itu mengajari cara membuatnya,” ungkap Sunardi kepada Rasika FM, Minggu (26/3/2023).

Setelah mendapatkan dukungan dari para orang tua, akhirnya Sunardi berhasil menghidupkan kembali grup Reog yang sempat vakum di dusun Dukuhsari tersebut.

Diakuinya awalnya membuat kerajinan kuda lumping hanya untuk keperluan kelompoknya. Namun berkembangnya waktu, kelompok lain akhirnya tahu dan memesan ke tempat Sunardi.

“Sebagian pada waktu itu dipakai oleh generasi muda anak-anak Dukuhsari. Setelah anak-anak sudah clear itu ada orang pesen kepada saya, ya dijual,” terang Sunardi.

Berawal dari situ, saat ini Dusun tersebut juga dikenal sebagai sentra pembuat kerajinan kuda lumping. Produksinya juga sudah dipasarkan di wilayah sekitar Kecamatan Susukan sampai Kabupaten Boyolali.

“Kalau satu bulan kalau bikin terus 10 buah kuda lumping,” akunya.

Bahan baku yang digunakan untuk membuat kuda lumping sendiri adalah bambu, tali plastik, cat, dan rambut kuda. Dikatakan Sunardi, untuk rambut kuda sendiri mengikuti permintaan pemesan.

“Rambut kuda itu selera. Ada yang minta rambut kuda asli, ada juga yang mintanya rambut sapi. Ada juga yang minta sintesis,” terang Sunardi.

Diakui Sunardi, kuda lumping buatannya dijual mulai harga Rp200.000 untuk bahan yang masih mentah. Hanya berupa anyaman bambu berbentuk kuda lumping. Sedangkan yang sudah jadi lengkap dengan aksesori, pengecatan, dan siap untuk pentas dibanderol Rp750.000.

Saat ini, Sunardi sudah mulai menularkan keahliannya membuat kuda lumping kepada generasi muda. Tujuannya agar Dusun Dukuhsari tetap terjaga dan lestari kesenian kuda lumping dan reognya.

“Ya kalau di rumah sini anak-anak muda banyak yang belajar membuat kuda lumping. Selain juga sebagai pemain kuda lumping,” tandas Sunardi.

– Sunardi, saat diwawancarai Rasika FM
– Suasana pembuatan Kuda lumping dirumah Sunardi

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]