URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hotel Front One Gosyen Salatiga resmi bertransformasi menjadi Gosyen Azana Salatiga sebagai bagian dari rebranding dan peningkatan kelas layanan. Transformasi dilakukan oleh manajemen hotel di Kota Salatiga pada 2026 karena tuntutan pasar yang semakin tinggi, dengan penerapan standar upscale, pembaruan operasional, dan fokus pengalaman tamu yang lebih personal dan modern.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bukan Sekedar Tempat Singgah, Gosyen Azana Salatiga Tawarkan Sensasi Menarik

Bukan Sekedar Tempat Singgah, Gosyen Azana Salatiga Tawarkan Sensasi Menarik

Bukan Sekedar Tempat Singgah, Gosyen Azana Salatiga Tawarkan Sensasi Menarik

foto Arief Rasika
Walikota Salatiga Robby Hernawan saat launching Gosyen Azana Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Gosyen memulai babak baru. Hotel yang sebelumnya dikenal sebagai Front One Gosyen Salatiga kini resmi bertransformasi menjadi Gosyen Azana Salatiga. Rebranding ini menjadi penanda naik kelas, sekaligus respons atas tuntutan pasar yang kian tinggi.

“Ini bukan sekadar pergantian nama, Ini komitmen Baru” Ujar Humas Gosyen Azana, Emilia.

Bergabung di bawah brand Azana, jaringan hotel upscale nasional, Gosyen mengadopsi standar layanan, fasilitas, dan pengalaman tamu yang lebih tinggi. Transformasi ini juga membawa tanggung jawab lebih besar, baik kepada tamu maupun Kota Salatiga.

Rebranding tersebut mengusung tema “Gosyen Metamorphosis – Elevating Experience”. Fokusnya jelas: peningkatan kualitas layanan, pengalaman tamu yang lebih personal, serta positioning brand yang lebih modern, elegan, dan berkelas, tanpa meninggalkan nilai lokal.

Seiring perkembangan Salatiga sebagai kota pendidikan, kota transit bisnis, kota keluarga, serta pusat komunitas dan event, Gosyen Azana hadir untuk menjawab kebutuhan tamu yang semakin menuntut kenyamanan dan layanan yang refined.

“Menjadi hotel yang representatif,” ujar Emelia singkat.

Transformasi ini juga menyentuh dapur internal. Standar operasional diperbarui. Budaya kerja ikut dibenahi. Perubahan tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga dari cara kerja tim di dalam.

“Dari sekadar melayani, menjadi memberi pengalaman,” katanya.

Peningkatan service attitude, perhatian pada detail, kecepatan respon, hingga personalisasi layanan menjadi fokus utama. Hotel naik kelas, tim pun dituntut naik mentalitas, karakter, dan profesionalismenya.

Dari sisi pasar, brand Azana membawa penguatan citra dan kepercayaan. Sebagai brand nasional, Azana dikenal dengan konsistensi standar dan reputasi yang kuat.

Rebranding ini juga diharapkan berdampak pada pengembangan SDM lokal. Peningkatan skill, mindset, jenjang karier, hingga akses pelatihan berskala nasional menjadi bagian dari komitmen Gosyen Azana.

“SDM tidak boleh tertinggal,” ujarnya.

Lebih jauh, Gosyen Azana menegaskan posisinya sebagai bagian dari ekosistem Kota Salatiga. Hotel ini ingin tumbuh bersama kota dan komunitasnya.

“Bukan datang lalu pergi,” katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap event kota, kolaborasi dengan komunitas lokal, serta pemberdayaan UMKM setempat. Gosyen Azana diharapkan menjadi ruang bertemu, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama.

Pemilik Gosyen Azana Salatiga, Thomas Suyanto, menyebut rebranding ini lahir dari tuntutan market.

“Tamu menuntut pelayanan maksimal,” ujarnya.

Ia mengaku dua tahun terakhir menjadi masa refleksi, di tengah kondisi pasar global yang belum sepenuhnya stabil.

“Kita mempersiapkan diri,” kata Thomas.

Perubahan ini, menurutnya, menjadi gambaran naiknya positioning hotel, dari bintang tiga menuju bintang empat, melalui peningkatan layanan dan fasilitas.

“Naik level,” ujarnya.

Terkait rencana ekspansi, Thomas menyebut masih dalam tahap perencanaan.

“Kita lihat market,” katanya singkat.

Jika kondisi kembali normal, peluang pengembangan hotel baru tetap terbuka. Gosyen Azana memilih bersiap, sembari memastikan transformasi kali ini benar-benar matang.

– Suasana launching
– Thomas Suyanto berikan keterangan media

BACA JUGA :

Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti rute 5K Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026), sambil mendorong kursi roda putranya. Ajang yang diikuti sekitar 4.000 pelari ini digelar Bank Indonesia Jawa Tengah untuk mengedukasi cinta rupiah, menggerakkan UMKM, memperkuat sport tourism, serta menyalurkan sekitar Rp600 juta dana pendaftaran kepada 10 desa.
Sambil Dorong Kursi Roda Sang Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BKUD akan mengoptimalkan pajak parkir toko modern dan ritel setelah pembayaran pengelola dinilai belum sesuai perhitungan volume kendaraan. Kepala BKUD Rudibdo menyampaikan strategi tersebut di Ungaran, Kamis (2/7/2026), melalui sosialisasi kepada pengelola agar fasilitas parkir gratis tetap memenuhi kewajiban pajak sesuai regulasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Penerimaan Parkir Toko Modern di Kabupaten Semarang Tak Optimal, Ini Strategi BKUD Kejar Potensi Pajak Parkir
Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar