URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil ditangkap dan diarak tanpa busana oleh warga Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (25/4/2024) sore. Pelaku, yang diketahui bernama Ramadhan, warga Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, merupakan residivis tindak pidana yang sama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Viral di Medsos, Pelaku Curanmor di Tangkap Warga Sruwen Tanpa Busana

Viral di Medsos, Pelaku Curanmor di Tangkap Warga Sruwen Tanpa Busana

Viral di Medsos, Pelaku Curanmor di Tangkap Warga Sruwen Tanpa Busana

featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil ditangkap dan diarak tanpa busana oleh warga Desa Sruwen

Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (25/4/2024).sore.

Pelaku diketahui bernama Ramadhan, warga Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pelaku merupakan residivis tindak pidana yang sama yakni curanmor.

Pelaku ditangkap warga 300 meter dari lokasi pencurian saat terjun ke sungai. Seusai ditangkap, pelaku, yang tanpa mengenakan busana, diarak warga dengan tangan dan kaki diikat dan digotong memakai kayu.

Kejadian bermula saat pelaku mencuri sepeda motor Yamaha Vixion AD 4356 XQ milik Pardani (52) warga Dusun Gidangsakti, Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang pada Kamis (25/4/2024) pukul 17.00 WIB.

Pelaku sempat membawa kabur sepeda motor 300 meter dari rumah korban. Saat dikejar massa, pelaku melarikan diri ke arah kebun dan meninggalkan kendaraan hasil curiannya.

Pelaku berhasil ditangkap warga di sungai Duwet. Modus pelaku melakukan pencurian dengan berjalan kaki mencari sasaran motor.
Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Handayani mengatakan dari tangan pelaku disita barang bukti dua anak kunci berbentuk lancip diduga digunakan pelaku sebagai sarana untuk beraksi.

Menurut dia, pelaku juga merupakan residivis kasus yang sama yakni curanmor pada 2018 di Kota Semarang dan 2021 di Kabupaten Grobogan.

“Data yang kami dapat, pelaku merupakan residivis tindak pidana yang sama yaitu curanmor pada Februari 2021 dengan TKP di wilayah Polres Grobogan,” kata AKP Handayani kepada rasikafm.com, Jumat (26/4/2024).

Saat ini pelaku diamankan di sel Polsek Tengaran dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Handayani saat berikan keterangan pers

BACA JUGA :

Aksi tiga remaja yang mengeluarkan separuh badan dari jendela mobil saat melaju di ruas Tol Semarang-Solo viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di KM 430 wilayah Kabupaten Semarang itu berujung penindakan tilang oleh personel Patroli Jalan Raya (PJR). Selain dikenai sanksi tilang, para pelaku juga diminta membuat video permintaan maaf dan menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya karena aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan.
Viral Remaja Keluar dari Jendela Mobil di Tol Semarang-Solo, Tiga Pemuda Ditilang dan Minta Maaf
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Bawen–Salatiga Km 452+800 Jalur A, wilayah Kauman Kidul, Sidorejo, Kota Salatiga, Senin (13/7/2026). Sebuah Toyota Innova menabrak bagian belakang truk tronton saat diduga hendak mendahului dari lajur kanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi Innova mengalami luka berat dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Innova Tabrak Truk Tronton di Tol Bawen–Salatiga, Pengemudi Alami Luka Berat
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
ASUS menghadirkan ExpertBook PM5 G2 PM5406 di Indonesia untuk mendukung profesional hybrid dan pelaku usaha kecil-menengah melalui performa AI hingga 50 NPU TOPS, layar 14 inci IPS atau OLED, serta keamanan enterprise. Laptop berbasis AMD Ryzen AI 7 445 ini menawarkan RAM hingga 64GB, dual SSD hingga 3TB, Wi-Fi 7, dan bodi ringan mulai 1,27 kilogram.
ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!