KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bantu Warga Terdampak Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum

Bantu Warga Terdampak Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum

Bantu Warga Terdampak Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat untuk membantu mencukupi kebutuhan warga masyarakat yang terdampak banjir. Dibantu PMI, Tagana dan seluruh OPD, Pemkot Semarang mendirikan dapur umum yang terpusat di Balaikota Semarang, tepatnya di samping Masjid Al-Kusuf.

Pelaksana tugas atau Plt. wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan selain terpusat di Balaikota, dapur umum juga didirikan di masing-masing kecamatan. “Bencana ini kan tidak hanya terjadi di satu kecamatan, tetapi yang terkena ada di beberapa kecamatan, sehingga dapur umum kita pusatkan di Balaikota dan di masing-masing kecamatan juga dibuat dapur-dapur umum,” terang Ita, sapaan akrabnya usai meninjau dapur umum di Balaikota, Minggu (1/1).

Menurut Ita, dengan adanya posko dapur umum terpusat yang ada di Balaikota, maka diharapkan bantuan khususnya makanan siap saji bisa terkoordinasi. “Apabila ada kekurangan-kekurangan itu, maka posko di balaikota bisa mengcover. Karena ada di beberapa titik yang sebenarnya di situ telah didirikan dapur umum, namun masih ada warga yang terlewat,” pungkas Ita.

Sementara itu koordinator dapur umum, Tuning Sunarningsih menuturkan jika dapur umum terpusat di balaikota telah didirikan sejak Sabtu (31/12). “Dapur umum kita dirikan pada Sabtu siang kemarin, yang disupport berupa peralatan dapur umum dari BPBD, juga dibantu relawan dari Dinas Sosial Kota Semarang dan teman-teman dari OPD untuk mendirikan dapur umum ini,” ujar Tuning.

Dirinya menjelaskan jika sampai Minggu (1/1) siang sudah lebih dari 4.600 nasi bungkus yang terdistribusi ke wilayah-wilayah kecamatan khususnya yang terdampak banjir di Kota Semarang. Di samping menyiapkan makanan siap saji, dapur umum di balaikota juga menerima paket sembako berupa beras, mi instan, telur, dan ayam yang mencapai satu ton dari berbagai pihak, antara lain Bank Jateng, PDAM, PPJI, termasuk OPD dan masyarakat, juga bantuan sayur-mayur dari Dinas Pertanian yang akan diolah dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak secepatnya.

Selain dapur umum di Kompleks Balaikota ini, beberapa kecamatan juga mendirikan posko dapur umum. Seperti yang diinstruksikan Plt. Wali kota Semarang untuk titik-titik rawan banjir supaya mendirikan dapur umum. Contohnya di Kelurahan Tlogosari Kulon yang telah memasak dan mempersiapkan 4.000 nasi bungkus dan sudah didistribusikan ke warga korban banjir.

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]