KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bersama Permadani, Muncar Bertekad Akan Membumikan Desa Wisata Budaya

Bersama Permadani, Muncar Bertekad Akan Membumikan Desa Wisata Budaya

Bersama Permadani, Muncar Bertekad Akan Membumikan Desa Wisata Budaya

Keberadaan desa Muncar di Kecamatan Susukan Kabupaten merupakan wilayah terujung di Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Karanggede Boyolali. Selain memiliki 6 dusun yang mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, Muncar juga memproklamirkan diri sebagai desa wisata budaya. Hal tersebut bukan hanya sekedar jargon belaka, sebab hingga saat ini Muncar sedang gencar-gencarnya melakukan pengembangan dan pelestarian budaya asli desa tersebut yang memang sudah ada sejak jaman dulu.

Salah satu bentuk komitmen Muncar dalam nguri-nguri budaya jawa adalah dengan melakukan pelatihan pranotocoro pamegar sabdo yang dimulai sejak November 2021 lalu. Tak tanggung-tanggung, desa sengaja menggandeng Permadani ( Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia ) untuk melatih 26 orang warga Muncar agar menjadi seorang pranotocoro yang handal dan berbudaya.

“Kami ingin menjadikan Muncar sebagai desa wisata budaya karena kami melihat kebudayaan jawa yang luhur ini sudah mulai tergerus oleh kebudayaan asing. Karena Muncar sendiri adalah gudangnya pelaku budaya sejak jaman dulu. Dengan pelatihan ini kami berharap para siswa bisa menjadi embrio untuk bisa nguri-nguri budaya jawa serta bisa mengimplementasikan apa yang sudah mereka pelajari selama beberapa bulan ini dalam kehidupan sehari-hari,” papar M. Khoirudin Bagas, Kepala Desa Muncar, kepada wartawan

Bagas menyebutkan bahwa dalam pelatihan pranotocoro pamegar sabdo yang diadakan oleh Permadani, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan olah bahasa.

“Selain olah bahasa ada juga budi pekerti, ngadi busana dan ngadi saliro yang diajarkan sehingga siswa memiliki kemampuan untuk bisa benar-benar mengenal budaya yang ada di desa Muncar ini,” imbuh Bagas.

Hal senada juga disampaikan oleh Antonius Supariyatun, Ketua Bidang Organisasi Permadani Pusat yang menyatakan bahwa tujuan Permadani bukan hanya mencetak seorang pranotocoro tetapi lebih kepada memperkuat kebudayaan daerah.

“Harapan dari Permadani yaitu bisa mengembangkan dan menggali kebudayaan asli Muncar untuk dilestarikan kembali. Karena jika kebudayaan daerah tumbuh kuat maka secara otomatis kebudayaan Nasional akan menjadi lebih kuat,” papar Antonius.

Siswa-siswa yang mengikuti pelatihan pranotocoro ini akan diajarkan tentang tata bahasa jawa yang baik dan benar agar mereka dapat lebih memahami dan mencintai kebudayaan daerahnya. Disamping itu mereka juga diajarkan tentang budi pekerti, sastra dan adat jawa, megar sabda, pranotocaran, renggeping acaran, sekar lan gending, ngadi saliro, ngadi busana, sekar setaman dan juga muatan lokal.

Keduapuluh enam siswa ini menjadi siswa angkatan ke 48 yang telah lulus dan diwisuda oleh Permadani. Mereka diharapkan bisa menjadi lulusan yang akan nguri-nguri kebudayaan Muncar serta menjadi pribadi-pribadi yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dalam wisuda yang digelar hari Sabtu ( 26/3/22 ) kemaren di Balai desa Muncar, terpilihlah 3 lulusan terbaik yang memiliki kualitas tertinggi baik dari teori maupun praktek lapangan. Mereka adalah Adi Sukandar, Sumarjiyanto dan Afif Khizbulloh

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]