URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan desa Muncar di Kecamatan Susukan Kabupaten merupakan wilayah terujung di Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Karanggede Boyolali. Selain memiliki 6 dusun yang mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bersama Permadani, Muncar Bertekad Akan Membumikan Desa Wisata Budaya

Bersama Permadani, Muncar Bertekad Akan Membumikan Desa Wisata Budaya

Bersama Permadani, Muncar Bertekad Akan Membumikan Desa Wisata Budaya

featured-img

Keberadaan desa Muncar di Kecamatan Susukan Kabupaten merupakan wilayah terujung di Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Karanggede Boyolali. Selain memiliki 6 dusun yang mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, Muncar juga memproklamirkan diri sebagai desa wisata budaya. Hal tersebut bukan hanya sekedar jargon belaka, sebab hingga saat ini Muncar sedang gencar-gencarnya melakukan pengembangan dan pelestarian budaya asli desa tersebut yang memang sudah ada sejak jaman dulu.

Salah satu bentuk komitmen Muncar dalam nguri-nguri budaya jawa adalah dengan melakukan pelatihan pranotocoro pamegar sabdo yang dimulai sejak November 2021 lalu. Tak tanggung-tanggung, desa sengaja menggandeng Permadani ( Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia ) untuk melatih 26 orang warga Muncar agar menjadi seorang pranotocoro yang handal dan berbudaya.

“Kami ingin menjadikan Muncar sebagai desa wisata budaya karena kami melihat kebudayaan jawa yang luhur ini sudah mulai tergerus oleh kebudayaan asing. Karena Muncar sendiri adalah gudangnya pelaku budaya sejak jaman dulu. Dengan pelatihan ini kami berharap para siswa bisa menjadi embrio untuk bisa nguri-nguri budaya jawa serta bisa mengimplementasikan apa yang sudah mereka pelajari selama beberapa bulan ini dalam kehidupan sehari-hari,” papar M. Khoirudin Bagas, Kepala Desa Muncar, kepada wartawan

Bagas menyebutkan bahwa dalam pelatihan pranotocoro pamegar sabdo yang diadakan oleh Permadani, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan olah bahasa.

“Selain olah bahasa ada juga budi pekerti, ngadi busana dan ngadi saliro yang diajarkan sehingga siswa memiliki kemampuan untuk bisa benar-benar mengenal budaya yang ada di desa Muncar ini,” imbuh Bagas.

Hal senada juga disampaikan oleh Antonius Supariyatun, Ketua Bidang Organisasi Permadani Pusat yang menyatakan bahwa tujuan Permadani bukan hanya mencetak seorang pranotocoro tetapi lebih kepada memperkuat kebudayaan daerah.

“Harapan dari Permadani yaitu bisa mengembangkan dan menggali kebudayaan asli Muncar untuk dilestarikan kembali. Karena jika kebudayaan daerah tumbuh kuat maka secara otomatis kebudayaan Nasional akan menjadi lebih kuat,” papar Antonius.

Siswa-siswa yang mengikuti pelatihan pranotocoro ini akan diajarkan tentang tata bahasa jawa yang baik dan benar agar mereka dapat lebih memahami dan mencintai kebudayaan daerahnya. Disamping itu mereka juga diajarkan tentang budi pekerti, sastra dan adat jawa, megar sabda, pranotocaran, renggeping acaran, sekar lan gending, ngadi saliro, ngadi busana, sekar setaman dan juga muatan lokal.

Keduapuluh enam siswa ini menjadi siswa angkatan ke 48 yang telah lulus dan diwisuda oleh Permadani. Mereka diharapkan bisa menjadi lulusan yang akan nguri-nguri kebudayaan Muncar serta menjadi pribadi-pribadi yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dalam wisuda yang digelar hari Sabtu ( 26/3/22 ) kemaren di Balai desa Muncar, terpilihlah 3 lulusan terbaik yang memiliki kualitas tertinggi baik dari teori maupun praktek lapangan. Mereka adalah Adi Sukandar, Sumarjiyanto dan Afif Khizbulloh

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga