URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang mempercepat program Desa Tangguh Bencana melalui BPBD dengan melibatkan perguruan tinggi dan relawan. Program ini dilaksanakan di wilayah rawan bencana sejak 2024 hingga 2025 karena keterbatasan personel, dilakukan melalui pelatihan, KKN tematik, serta optimalisasi dana desa untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Mahasiswa KKN Dampingi Desa Tangguh Bencana

BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Mahasiswa KKN Dampingi Desa Tangguh Bencana

BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Mahasiswa KKN Dampingi Desa Tangguh Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan saat menghadiri pembentukan Destana di Desa Munding, Bergas, belum lama ini. Foto: BPBD Kabupaten Semarang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan saat menghadiri pembentukan Destana di Desa Munding, Bergas, belum lama ini. Foto: BPBD Kabupaten Semarang.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Semarang. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), program Desa Tangguh Bencana (Destana) dipercepat dengan melibatkan perguruan tinggi, relawan, hingga optimalisasi dana desa, di tengah keterbatasan jumlah personel.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan pada tahun 2024 Pemkab Semarang awalnya hanya menganggarkan penambahan tiga Destana. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah tersebut berhasil ditingkatkan menjadi enam Destana. Hal itu dilakukan dengan menggabungkan desa-desa yang memiliki ancaman bencana serupa serta membentuk tim Destana yang efektif.

“Destana tidak memerlukan keterlibatan banyak orang, sekitar 20 orang sudah cukup, asalkan pembagian tugas jelas dan mendapatkan pelatihan yang tepat,” ujarnya di Ungaran, Rabu (21/1/2026).

Pada tahun 2025, penambahan Destana kembali dilakukan sebanyak enam desa. BPBD juga menggandeng Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) agar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diarahkan menjadi KKN tematik kebencanaan. Dari kerja sama tersebut, BPBD menugaskan 10 fasilitator bersertifikat untuk mendampingi desa-desa yang melaksanakan KKN.

“Hasilnya, sepanjang 2025 tercatat penambahan 66 Destana. Saat ini total Destana di Kabupaten Semarang mencapai 90 desa dari sekitar 150 desa yang kami anggap rawan bencana,” jelasnya.

Alexander menegaskan pembentukan Destana tidak berhenti pada struktur organisasi semata. BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) agar keberadaan Destana diperkuat melalui regulasi desa. Dalam peraturan bupati (Perbup) yang menjadi dasar APBDes, telah dicantumkan klausul bahwa dana desa dapat digunakan untuk penanggulangan bencana.

“Harapan kami muncul Destana-Destana mandiri, yang bukan hanya menyelesaikan program pembentukan, tetapi juga merasa bahwa Destana itu penting,” katanya.

Menurutnya, peran Destana tidak hanya difokuskan pada bencana alam, tetapi juga bencana nonalam dan sosial. Destana diharapkan menjadi motor penggerak penanganan masalah ketertiban dan keamanan masyarakat (trantibum) di desa, tidak terbatas pada kebencanaan saja. Para kepala desa yang telah memiliki Destana diminta memperhatikan keberlanjutan kegiatan Destana melalui dukungan dana desa, termasuk pengadaan peralatan sederhana.

“Misalnya saat ada pohon tumbang, Destana bisa langsung menangani tanpa harus menunggu BPBD. Kami turun jika memang diperlukan alat berat,” jelas Alexander.

Ia menambahkan, Destana merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana, sehingga tanggung jawab utama tetap berada di tingkat desa. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah sekitar 50–60 desa yang belum memiliki Destana. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta dukungan pembentukan sekaligus penilaian ketangguhan desa. Selain itu, pemberdayaan melalui KKN tematik dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menjangkau banyak desa.

“Keterbatasan personel juga menjadi tantangan. Saat ini kami hanya memiliki 34 personel, termasuk pegawai, PPPK, paruh waktu, dan alih daya,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved