URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ribuan peserta dari perwakilan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Salatiga mengikuti karnaval pelajar anti bullying, (11/11/2023). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga Nunuk Dartini mengatakan konsep kampanye anti bullying berupa karnaval sengaja digelar agar masyarakat memahami isu perundungan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Perundungan, Disdik Salatiga Gelar Kampanye Anti Bullying

Cegah Perundungan, Disdik Salatiga Gelar Kampanye Anti Bullying

Cegah Perundungan, Disdik Salatiga Gelar Kampanye Anti Bullying

Karnaval Stop Bullying Libatkan Ribuan Siswa SMP se-Kota Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ribuan peserta dari perwakilan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Salatiga mengikuti karnaval pelajar anti bullying, (11/11/2023).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga Nunuk Dartini mengatakan konsep kampanye anti bullying berupa karnaval sengaja digelar agar masyarakat memahami isu perundungan.

“Karena masih banyak pemahaman orangtua pendidikan itu sudah diajarkan di sekolah. Padahal, manakala di rumah orangtua juga memiliki peran mendidik anak. Maka, lewat karnaval ini agar orang luas tertarik soal apa itu bullying,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan karnaval anti bullying bagian dari impelementasi Kurikulum Merdeka nomor 25 tentang anti kekerasan. Dengan begitu, seluruh elemen bukan saja hanya di sekolah praktik bullying benar-benar hilang.

Nunuk mengaku, selama ini masih ada perilaku perundungan di sekolah meskipun prosentasenya rendah. Selain lewat upaya menyenangkan dengan karnaval pada setiap sekolah di Salatiga telah dibentuk kelompok kerja khusus.

“Kami juga menggandeng Dinas Perlindungan Anak (DPA) Salatiga. Lalu, hampir semua sekolah disini sudah menerapkan konsep sekolah ramah anak. Jadi, jika ada masalah (anak) mereka akan melapor kesiapa dan penerima laporan melakukan apa,” katanya

Nunuk menyebutkan, dampak perilaku bullying dinilai cukup berdampak negatif. Selain membuat minat belajar siswa menurun mereka (korban) bisa memilih melakukan tindakan ekstrim seperti bunuh diri.

Pihaknya menjelaskan, lewat kampanye anti bullying secara terbuka ini diharapkan membuka kepedulian semua pihak. Pasalnya kata dia, jika ada masalah terkait anak dinilai pengajaran sekolah kurang maksimal.

“Maka, kami di Salatiga juga ada kelas parenting untuk para orangtua siswa. Semua itu, agar ketemu pemahaman dan peran guru serta para orangtua di rumah,” jelasnya

Seorang peserta Ramadan Cahyo (14) mengaku adanya praktik bullying di sekolah membuatnya gerah, meski perilaku perundungan tidak ekstrim tapi sebatas saling ejek antar siswa.

“Biasanya suka menyebut atau memanggil dengan nama orangtua. Jadi, adanya karnaval anti bullying ini bagus walaupun guru sudah menasehati saat disekolah,” tandasnya.

Seperti diketahui Sejumlah pelajar menggunakan topeng ekspresi saat mengikuti karnaval Anti Bullying di Salatiga.

Karnaval yang diikuti pelajar sekolah menengah pertama se-Kota Salatiga itu untuk mengajak masyarakat dan antar pelajar agar menghentikan aksi bullying (merundung) yang kerap terjadi di sekolah.

Gelaran Karnaval Stop Bullying diikuti oleh 31 SMP se-Kota Salatiga dengan jumlah 4.483 siswa.
Sepanjang jalan Kota Salatiga berjejer masyarakat yang menonton kegiatan Karnaval Stop Bullying tersebut.

Rute perjalanan peserta karnaval hari ini, startnya dari Kantor Dinas Pendidikan – Jalan Moh. Yahmin – jl. Langensuko – Jl. Jendral Sudirman – Rumah Dinas Walikota – Jl. Diponegoro, Jl. Monginsidi – Jl. Kartini Finis.

Peserta karnaval, menampilkan berbagai kreatifitas dan inovasi demi tampil apik di depan masyarakat Salatiga.

Macam-macam tulisan bertema Stop Bullying, diaplikasikan ke atas MMT, kertas, dengan berbagai himbauan dan bahasa yang ringan.

Penampilan dari santri SMP RUQ Al Falah Salatiga dalam karnaval pelajar anti bullying,

BACA JUGA :

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Mahasiswa Kimia dan Biologi UKSW Lolos ONMIPA-PT Nasional
Mahasiswa Kimia dan Biologi UKSW Lolos ONMIPA-PT Nasional
LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah membuka Seleksi Nasional Magang Jepang di SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh Banyumas pada 8–12 Juni 2026. Program kerja sama dengan IM Japan tersebut diikuti ratusan peserta sebagai upaya meningkatkan kompetensi, membuka peluang kerja internasional, sekaligus membentuk tenaga kerja berkarakter dan berdaya saing global.
LP Ma’arif NU Jateng Gelar Seleksi Nasional Magang Jepang, Buka Peluang Karier Global bagi Generasi Muda

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan