RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Cegah Rabies, 50 Kucing dan Anjing akan Dapat Vaksin Gratis

Cegah Rabies, 50 Kucing dan Anjing akan Dapat Vaksin Gratis

Cegah Rabies, 50 Kucing dan Anjing akan Dapat Vaksin Gratis

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga melaksanakan vaksinasi rabies bagi kucing dan anjing sebagai langkah pencegahan meski tidak ada kasus rabies yang muncul di kota tersebut. Kepala Dispangtan Salatiga, Heny Mulyani, memimpin program ini, yang dilaksanakan di Salatiga, pada Kamis (10/10/2024).
Foto dok IST
Petugas saat suntikkan vaksin rabies ke kucing beberapa waktu lalu

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Meski tidak muncul kasus rabies di Salatiga, namun Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga gencar melaksanakan vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan kucing dan anjing sebagai upaya pencegahan munculnya kasus rabies.

Kepala Dispangtan Salatiga Heny Mulyani menyebut, program vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pemiliknya dan tidak muncul kasus rabies.

“Di Salatiga tidak ada kasus rabies, tapi kita kan harus melakukan tindakan preventif pencegahan. Selain itu juga untuk memberikan rasa aman bagi pemilik dan warga Salatiga,” jelas Heny, Kamis (10/10/2024).

Saat ini lanjutnya, pihaknya masih mempunyai kuota 50 kucing dan anjing untuk mendapatkan vaksin rabies.

“Minat dari pemilik kucing dan anjing untuk mengikuti program ini sangat tinggi,” imbuh Heny.

Heny menambahkan, masyarakat pemelihara kucing dan anjing sewaktu-waktu akan dilayani pada program vaksin rabies.

“Ke depannya kita akan lakukan terus program vaksin rabies,” kata Heny.

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran