BOYOLALI – Kabupaten Boyolali bersiap menyambut hari istimewa. Memasuki usia ke-179 tahun, Kota Susu menghadirkan rangkaian perayaan meriah yang memadukan budaya, tradisi, kuliner, seni, olahraga hingga aksi kepedulian sosial dalam satu pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”, peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menegaskan identitas daerah sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Boyolali kepada publik yang lebih luas.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali, Syawalludin, menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan semangat Boyolali yang terus berbenah menuju daerah yang semakin maju dan berkualitas.
“Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.
Menurutnya, “Merawat Tradisi” menjadi pengingat agar nilai-nilai gotong royong, toleransi, kerukunan, dan kebersamaan tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Sementara “Memoles Potensi” merupakan ajakan untuk mengoptimalkan kekuatan daerah, mulai dari sektor peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif hingga pariwisata.
Dari Kirab Obor hingga Boyolali Night Carnival
Rangkaian perayaan akan diawali pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan kegiatan khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali. Saat malam tiba, suasana akan semakin semarak dengan Kirab Obor dan Niti Tilas yang menempuh rute dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede.
Sebanyak 22 camat se-Kabupaten Boyolali akan turut ambil bagian dalam kirab yang menjadi simbol semangat persatuan, kebersamaan, dan perjalanan panjang pembangunan Boyolali.
Kemeriahan berlanjut pada Jumat, 5 Juni 2026, melalui ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran yang dilanjutkan dengan pembukaan Merbabu Art Festival 2026.
Puncak pesta rakyat akan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, melalui Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival, agenda spektakuler yang diprediksi menjadi magnet ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Parade kostum kreatif, atraksi seni budaya, hingga pertunjukan malam yang memukau siap menyulap pusat kota menjadi panggung hiburan terbesar tahun ini.
Festival Soto Nusantara, 500 Porsi Gratis untuk Warga
Tak hanya budaya dan hiburan, Boyolali juga mengajak masyarakat menjelajahi kekayaan kuliner Nusantara melalui Festival Soto Nusantara yang digelar di kawasan Patung Susu Murni.
Berbagai jenis soto legendaris dari berbagai daerah akan hadir dalam festival ini, mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan hingga aneka varian soto khas Indonesia lainnya.
Menariknya, panitia menyiapkan 500 porsi soto gratis bagi masyarakat yang hadir sehingga festival ini dipastikan menjadi salah satu agenda favorit warga.
Karangan Bunga Diganti Bibit Pohon
Dalam semangat menjaga lingkungan, Pemkab Boyolali kembali melanjutkan gerakan yang sempat mendapat apresiasi luas pada tahun sebelumnya.
Instansi pemerintah, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat Hari Jadi Boyolali diimbau mengganti karangan bunga dengan bibit pohon.
Bibit yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk penghijauan di sejumlah titik, mulai dari bantaran sungai, kawasan jembatan hingga lokasi yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.
“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Syawalludin.
Merbabu Art Fest Angkat Spirit “Titi Jagat”
Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah Merbabu Art Fest yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam.
Mengangkat tema “Titi Jagat”, festival ini menghadirkan ruang refleksi dan kesadaran agar manusia senantiasa rendah hati serta menghormati warisan para pendahulu.
Penggagas kegiatan, Harmoko, mengungkapkan bahwa ratusan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Boyolali telah menjalani proses latihan selama tiga bulan untuk menampilkan pertunjukan terbaik mereka.
“Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak menyelaraskan diri dan menghargai warisan para pendahulu,” ujarnya.
Momentum Menatap Masa Depan
Selain berbagai agenda budaya dan hiburan, Hari Jadi ke-179 Boyolali juga akan diramaikan dengan kegiatan olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako hingga pengajian akbar pada 26 Juni 2026.
Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menilai peringatan hari jadi harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah.
“Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Dengan rangkaian acara yang sarat makna dan melibatkan masyarakat secara luas, Hari Jadi ke-179 Boyolali bukan hanya menjadi pesta perayaan, tetapi juga simbol optimisme dan semangat bersama untuk membawa Kota Susu melangkah semakin jauh menuju masa depan yang lebih gemilang.