KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Desa Jrahi Dengan Sejuta Potensi

Desa Jrahi Dengan Sejuta Potensi

Desa Jrahi Dengan Sejuta Potensi

Sejumlah mahasiswa IAIN kudus saat melaksanakan PPL didesa Jrahi belum lama ini

Salah Satu Desa yang terletak di sebelah utara lereng gunung muria ini memiliki berbagai potensi alam dan keunikan tersendiri. Desa jrahi adalah salah satu desa yang berada di kabupaten pati yang dinobatkan sebagai Desa wisata, bukan hanya banyaknya potensi yang menjadi ikon dari Desa Jrahi. Keberagaman keyakinan juga menjadi ciri khas tersendiri dari Desa ini sehingga desa Jrahi di nobatkan menjadi Desa Pancasila yang diresmikan pada tanggal 2 Deseember 2020

Julukan ini di berikan pada Desa Jrahi dengan alasan banyaknya agama dan aliran kepercayaan yang berada di Desa Tersebut. Miko Adi Setyawan,Amd. Kepala Desa Jrahi mengatakan keberagamaan dan toleransi ini telah diajarkan dan memiliki sifat secara turun menurun, sehingga Desa Jrahi sangat menjaga kerukunan beragama, adat istiadat, bahkan bagaimana cara kita menghargai alam sekitar.

“Dalam kehidupan sehari hari masyarakat Jrahi menjaga kerukunan antar umat beragama dikarenakan mereka berfikir bahwa semua agama mengajarkan kebaikan bagi umat yang memeluknya dan tidak ada perselisihan dengan ajaranya” ungkap Kades Jrahi.

Dengan keberagaman ini banyak orang luar dari desa jrahi yang berkunjung di desa tersebut salah satunya rombongan mahasiwa PPL PMI IAIN Kudus. Dalam wawancaranya dengan salah satu tokoh agama Budha Desa Jrahi yang di temui di rumahnya mengatakan bahwa saat ini memamg banyak desa yang memiliki keberagaman keyakinan di dalamnya tapi tidak dengan kerukunan serta keharmonisan dalam kehidupan sehari hari dan sampai saat ini tidak ada konflik antar umat beragama yang terjadi di Desa Jrah.

Dalam pengenalan potensi Desa Jrahi mahasiswa PPL PMI ditunjukan beberapa wisata di Desa Jrahi yang dikelola oleh pihak desa seperti Pancuran Songo, Grenjengan Sewu, Puncak Tanggulangsih. Banyaknya wisata yang dikelola oleh pihak menjadi PR tersendiri terkait pengembangan wisata yang sudah ada. Hal senada juga di sampaikan oleh Yakobus Suparlan ketua pariwisata di Desa Jrahi “perlunya pengembangan wisata harus di fikirkan mulai sekarang untuk masa yang akan datang salah satunya jalan akses serta penambahan tempat istirahat untuk para wisatawan yang datang dari luar desa jrahi ini” ungkapnya.

Mahasiwa PPL PMI menjadi paham seberapa banyaknnya potensi Desa Jrahi dan cara pengelolaan wisata yang mampu menjadi sorotan dari berbagai pihak. Mahasiwa PPL juga memperoleh banyak ilmu dari masyarakat Desa Jrahi.

Ahmad Nafi’ Dosen Pendamping lapangan PPL PMI, mengatakan Mahasiswa harus bisa mempraktekan apa yang sudah dipelajari di bangku perkuliahan, serta dapat memperoleh pengalaman terkait pengembangan masyarakat yang bisa dilihat dari potensi wisata, keberagaman serta adat istiadat.

Pihak Desa Jrahi sangat berharap dengan adanya PPL Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Kudus, dapat mengenal kondisi Desa dan bahkan mempromosikan Desa Wisata Pancasila ini setelah pelaksanaan PPL ini selesai. Mahasiswa puas dan antusias untuk menjadi pelopor promosi Desa. Rasa puas dan bahagia di ucapkan salah satu Mahasiswa PPL “ kami dari mahasiwa cukup puas dalam memperoleh data informasi dari Desa Jrahi, hal ini juga di dukung dengan pemandangan alamnya yang masih asri serta para masyarakat yang ramah ketika kita berada di Desa Jrahi ini” ujar Riska Yulianti selaku Ketua PPL PMI IAIN Kudus.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang