KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dibawah Spanduk Hari Pers, Robby Didemo Puluhan Mahasiswa

Dibawah Spanduk Hari Pers, Robby Didemo Puluhan Mahasiswa

Dibawah Spanduk Hari Pers, Robby Didemo Puluhan Mahasiswa

foto Arief Rasika
Aksi demo puluhan mahasiswa Salatiga didepan Pemkot

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Salatiga menggelar aksi unjuk rasa di pintu masuk Pemerintah Kota Salatiga, Senin (9/2/2026) pagi.

Aksi yang dimotori Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu membawa sederet tuntutan yang menyoal arah kebijakan Wali Kota Salatiga, mulai dari persoalan sampah, pemborosan anggaran, hingga kepemimpinan yang dinilai kian menjauh dari aspirasi publik.

Sejumlah spanduk dan poster dibentangkan. Di antaranya bertuliskan “Salatiga Darurat Sampah”, “Kalian Itu Pelayan”, “Stop Poya-poya Pakai Uang Rakyat”, “Kami Lapar Keadilan Bukan Janji”, hingga “Walikota vs Rakyat Salatiga, Hentikan Kepemimpinan Otoriter ala Raja”. Massa juga menyinggung isu proyek TWR, kenaikan retribusi sampah, serta layanan dasar PDAM.

Koordinator aksi dari HMI, Saiful Anwar, menyebut aksi tersebut sebagai akumulasi kekecewaan mahasiswa atas satu tahun kepemimpinan Wali Kota Salatiga. “Tujuan aksi hari ini adalah menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi keresahan, yang sudah kita maklumi selama satu tahun kepemimpinan Robby, yang tidak ada tindak lanjut, tidak ada kinerja baik, ataupun perbaikan,” kata Saiful di sela aksi.

Pendemo menilai komunikasi antarlembaga di lingkungan Pemkot Salatiga tidak berjalan sehat. Padahal, menurut Saiful, DPRD melalui Fraksi Gerindra telah memberi ruang dan waktu agar wali kota memperbaiki pola kepemimpinan. “Tapi seperti yang kita rasakan bersama-sama, tidak ada perubahan dan tidak ada kemauan untuk berubah dari wali kota sendiri,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama massa adalah anggaran sewa kendaraan dinas wali kota yang disebut mencapai Rp 815 juta per tahun. Anggaran itu dinilai bertolak belakang dengan pernyataan wali kota saat awal dilantik. “Awal dilantik wali kota menyampaikan tidak mau membebani APBD dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi saat ini justru menganggarkan sewa mobil kendaraan dinas dengan nilai fantastis,” kata Saiful.

Mahasiswa juga menyinggung belum cairnya insentif guru honorer di Salatiga. Menurut Saiful, persoalan tersebut kerap hanya berhenti pada pernyataan di media tanpa realisasi. “Insentif guru selalu kita gaungkan. Faktanya, beberapa guru honorer benar-benar belum menerima insentif yang seharusnya diterima,” ucapnya.

Selain HMI, aksi itu diikuti mahasiswa dari GMNI, IMI, dan AKMI. Saiful menegaskan aksi dilakukan setelah melalui kajian selama sebulan. Ia menyayangkan respons pemerintah yang dinilai lebih sibuk membangun citra di media sosial.

“Seakan-akan apa yang kita kaji dan kita sampaikan ini hanya omong kosong belaka, sehingga masyarakat merasa Kota Salatiga baik-baik saja, padahal ada permasalahan yang disembunyikan,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan massa, Wali Kota Salatiga, Dr Robby, menyatakan pemerintah daerah tengah mencari sumber anggaran lain di luar APBD untuk menyelesaikan berbagai persoalan. “Kami juga menyadari banyak bangunan-bangunan yang mangkrak, dan itu adalah tugas kami untuk menyelesaikannya. Program-programnya sudah ada, mari kita diskusi dan berdialog,” katanya.

Terkait retribusi sampah, Robi menyebut kebijakan tersebut merupakan amanat Perda 2024. Ia mengklaim sempat menunda pemberlakuannya. “Awal 2025 sudah saya tunda, sudah saya hold pemberlakuannya. Saat itu saya dihujat karena dianggap melanggar undang-undang. Setelah satu tahun sosialisasi dan kajian konsep penatalaksanaan sampah di Salatiga, sekarang ribut juga,” ujar Robby.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat dan berakhir tanpa bentrokan. Namun, tu

ntutan mahasiswa menambah daftar panjang kritik publik terhadap arah kebijakan Pemerintah Kota Salatiga.

Mahasiswa saat lakukan demo

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
[pekok2]