KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Mabuk Dua Preman Kampung Aniaya Warga Desa Tegalwaton

Diduga Mabuk Dua Preman Kampung Aniaya Warga Desa Tegalwaton

Diduga Mabuk Dua Preman Kampung Aniaya Warga Desa Tegalwaton

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Semarang berjaga jaga disekitar lokasi kejadian pembacokan didusun Kalijari Tegalwaton kamis sore

RASIKAFM – Dusun Kalijari Tegalwaton Kamis sore gempar menyusul ulah. Dua preman Kampung yang mabuk dan mengamuk melukai tiga orang warga di Dusun Kalijari Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Kepada rasikafm.comKepala Desa Tegalwaton Tri Wuryanto mengatakan dua orang tersebut salah satunya bernama Wwn. “Tadi dia bersama temannya sekitar pukul 15.00 WIB mengamuk karena pengaruh minuman keras. Dia mengajak temannya yang membawa senjata tajam,” ungkapnya dilokasi kejadian.

Kades Tegalwaton Tri Wuryanto saat memberikan keterangan media

Tri mengungkapkan awalnya Wwn datang ke rumah seorang warga dan mengacungkan senjata tajam. “Karena ada ribut-ribut, beberapa warga keluar rumah. Dia langsung melukai warga bernama Jaimin, dan orang yang lewat,” paparnya. Akibatnya, Jaimin mengalami luka di bagian kepala.

Dikatakan, pelaku sudah berulang kali mengamuk dan membuat resah warga Kalijari. “Kejadian seperti ini sudah berulang terjadi, tapi ini yang terparah. Antara pelaku dan warga itu sudah saling kenal karena sebelumnya juga sering main ke kampung sini,” kata Tri.

Setelah kedua pelaku melakukan penganiayaan, mereka langsung melarikan diri. “Kita langsung melaporkan ke kepolisian juga agar pelaku diproses hukum,” paparnya.

Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Sugiyarta mengatakan kasus tersebut ditangani aparat Polsek Tengaran. “Situasi saat ini sudah kondusif dan warga diimbau tetap tenang,” ungkapnya. (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]