URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ruas jalan utama penghubung Desa Lerep–Desa Nyatnyono terputus total akibat longsor yang menggerus badan jalan di atas tebing setinggi sekitar 30 meter. Peristiwa ini pertama kali diketahui warga setempat, Andi, dan ditinjau langsung Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Longsor terjadi di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026) malam. Penutupan dilakukan karena jalur membahayakan pengguna jalan. Arus dialihkan ke jalur alternatif Dusun Gelap sambil menunggu asesmen dan penanganan pemerintah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dikira Suara Kucing Jatuh, Jalan Utama Lerep–Nyatnyono Amblas Diterjang Longsor

Dikira Suara Kucing Jatuh, Jalan Utama Lerep–Nyatnyono Amblas Diterjang Longsor

Dikira Suara Kucing Jatuh, Jalan Utama Lerep–Nyatnyono Amblas Diterjang Longsor

Pengguna jalan “melipir” saat melalui ruas jalan penghubung Desa Nyatnyono-Desa Lerep, Ungaran Barat, yang amblas diterjang longsor, Senin (16/2/2026). Foto: win
Pengguna jalan “melipir” saat melalui ruas jalan penghubung Desa Nyatnyono-Desa Lerep, Ungaran Barat, yang amblas diterjang longsor, Senin (16/2/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ruas jalan utama penghubung Desa Lerep dan Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, terputus akibat longsor pada Minggu (15/2/2026) malam. Jalan yang berada di atas tebing setinggi kurang lebih 30 meter itu ambrol dan hanya menyisakan sedikit badan jalan, sehingga jalur tersebut ditutup karena membahayakan pengguna jalan.

Longsor pertama kali diketahui oleh seorang warga yang rumahnya paling dekat dengan lokasi kejadian. M Talkhis, warga setempat, mengatakan pemilik rumah bernama Andi sempat mendengar suara sebelum mengetahui tebing di bawah jalan runtuh.

“Longsor ini pertama kali diketahui Pak Andi, pemilik rumah yang paling ujung dari lokasi ini. Dia cerita merasa ada semacam getaran dan suara. Awalnya dikira suara kucing jatuh,” ujar Talkhis ditemui di lokasi longsor, Senin (16/2/2026).

Setelah dicek, ternyata sebagian badan jalan sudah ambles. Lokasi longsor berada di jalur utama penghubung Desa Nyatnyono menuju Kecamatan Ungaran Barat dan menjadi akses penting bagi warga.

“Untuk sementara waktu, arus lalu lintas dialihkan. Warga Desa Lerep maupun Dusun Blanten bisa melalui jalur alternatif Dusun Gelap, Desa Nyatnyono, yang memiliki jalan tembus,” terangnya.

Sementara Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang turut mengecek secara langsung lokasi longsor mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar tebing.

“Pesan kami yang pertama, kita harus senantiasa berhati-hati apabila nanti terjadi longsoran. Ini terutama rumah-rumah yang dekat seperti ini kan tinggi sekali. Yang di bawah juga harus selalu waspada kalau hujan deras,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Semarang, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah terkait penanganan longsor tersebut.

“Kami akan melihat mana yang bisa kita tangani secara langsung dan mana yang nanti akan kita mintakan bantuan dari provinsi melalui Pak Gubernur. Karena anggarannya cukup besar. Kalau yang tidak terlalu besar, kami akan mampu untuk menangani,” jelasnya.

Hingga kini, jalur masih ditutup total sambil menunggu asesmen dan langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah. Warga diimbau tidak mendekat ke lokasi longsor karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. (win)

BACA JUGA :

Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga